Utama

Kapolres Palopo: Pemilu Damai Harga Mati

PALOPO — Pemandangan menarik ketika digelar silaturahmi antara Polres Palopo dan penyelenggara pesta demokrasi Pileg-Pemilu 2019, di Aula Mapolres Palopo, Kamis, 14 Februari 2019.

Selain Kapolres beserta jajarannya, terekam pula di pertemuan, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, jajaran TNI, Ketua KPU beserta empat komisionernya, Bawaslu dan pengurus Partai Politik (Parpol) se Kota Palopo.

Banyak terungkap dari pertemuan yang mengangkat tema ‘Silaturahmi Kapolres Dengan Pimpinan Partai Politik se Kota Palopo Dalam Rangka Mewujudkan Pemilu Tahun 2019 Yang Damai dan Sejuk’.

Salah satunya, saat Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk SH, menguraikan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta titik-titik prediksi kerawanan yang bisa saja terjadi saat berlangsung pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Dihadapan Walikota, Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan pengurus parpol, perwira dua bunga melati itu, menyebutkan, dari 499 TPS di sembilan kecamatan dan 28 kelurahan yang ada di Kota Palopo, pihaknya telah mengklasifikasikan ada delapan TPS yang sangat rawan terjadi konflik.
Khusus pengamanan di TPS, Polres Palopo akan menurunkan sebanyak 219 personil, dibantu dari TNI dan Brimob.
Masing-masing TPS akan dijaga pihak pengamanan berdasarkan tingkat kerawanannya.

Kembali ke TPS, lanjut Kapolres, delapan diantaranya yang dimaksud sangat rawan konflik, berada di daerah kategori yang jauh dari kota, yakni empat di Kecamatan Mungkajang, tepatnya di Kelurahan Peta dan empat lainnya, di Kecamatan Telluwanua, tepatnya di Kelurahan Sumarambu.

Kendati demikian, masyarakat ataupun pengurus partai politik diminta untuk tetap tenang, sebab kerawanan TPS telah dipikirkan di internal Polres Palopo.

“Untuk delapan TPS yang sangat rawan konflik, nantinya kita akan tempatkan dua polisi satu TPS, dibantu dua Linmas dan TNI. Sedang TPS yang masuk zona aman, dijaga satu polisi, dua linmas dan TNI,” kata Ardiansyah, siang kemarin.

Kapolres juga menjelaskan prediksi-prediksi yang kemungkinan saja bisa terjadi pada pesta demokrasi 17 April 2019. Seperti, sebut dia, adanya aksi protes dan unjuk rasa, ketika tim pemenang masing-masing calon tidak menerima dengan hasil pileg-pemilu.

Olehnya itu, mantan Kapolres Sinjai itu, mnenegaskan, dirinya telah menyatakan sikap beserta seluruh jajarannya bahwa Pemilu Damai, sudah menjadi harga mati bagi Polri khususnya Polres Palopo.

“Sengaja kita lakukan pertemuan seperti ini agar hubungan antara partai politik dengan pihak kepolisian serta seluruh stakeholder terkait betul-betul singkrong dan apa yang dilakukan sejalan dengan peraturan yang berlaku,” tutur Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, sangat berharap kepada seluruh penyelenggara pesta demokrasi, untuk selalu melakukan koordinasi dengan pihak keamanan.
“Sekecil apapun pelanggaran itu, jika ada unsur kriminalinya, cepat laporkan ke polisi,” terang Judas Amir.

Ketua KPU Palopo, Abbas Johan, menambahkan, dirinya berterima kasih kepada seluruh pihak terutama Polres Palopo beserta jajaran kemudian TNI sebab sudah memfasilitasi penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu, untuk bertatap muka dengan seluruh pengurus partai politik di Kota Palopo.

“Kami rasa pertemuan seperti ini sangat perlu dilakukan. Dengan begitu, akan menciptakan pemilu aman, damai dan sukses,” jelas Abbas Johan.

Usai agenda pertemuan, dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas dari seluruh pengurus partai politik kemudian dilanjutkan Walikota, Kapolres, Dandim, KPU, dan Bawaslu. (ded)

Click to comment

Most Popular

To Top