Ekonomi

Okupansi Hotel Masih Normal

Di Makassar, Turun hingga 70 Persen

PALOPO— Naiknya harga tiket pesawat terbang plus penghapusan bagasi gratis, menyebabkan okupansi hotel di Makassar turun drastis hingga 70 persen. Hal itu menyebabkan pengelola hotel di ibukota Provinsi Sulsel memberi pula diskon tarif kamar hingga 70 persen.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Palopo, Eri saat dimintai tanggapannya, Kamis, 14 Februari 2019 kemarin.

Namun tidak demikian halnya di Palopo. Okupansi hotel di kota ini masih normal. ”Kalau kita di Palopo masih seperti biasa. Tingkat hunian masih main pada angka 40 sampai 50 persen. Itu kondisi normal. Kalau ada event biasanya tingkat hunian sampai 70 persen,” ucapnya.

Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PHRI 2019 di Puri Agung Convention, Grand Sahid Jaya Hotel 9-11 Februari lalu, Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengungkap permasalahan industri pariwisata di Sulsel.
Anggiat menjelaskan, menurunnya okupansi hotel dan restoran karena dampak dari menurunnya wisatawan yang disebabkan harga tiket pesawat.

“Kami selaku industri yg terlibat dalam pariwisata mendapatkan dampak yang luar biasa apabila stement atau aturan Mendagri betul-betul dijalankan, kejadian 2014 dan2015 kembali berulang ketika MenPan RB memberlakukan aturan yang sama dan berdampak penurunan okupansi hotel sebesar 40 persen”, ungkap Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga.

“Hal ini sudah saya sampaikan pada saat Rapimnas hari pertama kegiatan ini dan sudah direspon sangat baik oleh Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, dan pada saat pembukaan tadi pagi (11/02) langsung disampaikan ke Mentri Pariwisata Arif Yahya dan sudah sy sampaikan juga tadi pada saat sesi tanya jawab dengan Menteri Pariwisata” tutupnya. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top