Luwu

Waspada Penyakit DBD

Dinkes: Hanya Bastem, Bastem Utara, dan Latimojong yang Bebas

BELOPA — Data di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu selama memasuki tahun 2019 memang belum ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, dinkes Luwu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan datangnya berbagi macam penyakit di musim hujan utamanya DBD.

Oleh karena itu cara yang paling ampuh untuk memberantasnya dengan gerakan 3M, yaitu menutup, menguras, dan mengubur barang bekas atau sampah yang akan menjadi sarang nyamuk. Untuk itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu mengimbau masyarakat agar secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kadis Kesehatan Kabupaten Luwu, dr Suharkimin Sumar Mkes, melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Abd Kadir, mengatakan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan penyakit DBD yang muncul disaat musim hujan.

Salah satu cara yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur. Ini dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah. Kegiatan tersebut merupakan tindakan pencegahan penyebaran demam berdarah yang dapat dilakukan secara mandiri.

“Selama memasuki tahun ini memang belum ada laporan yang masuk terkait DBD. Namun, masyarakat perlu lebih aktif berperan mandiri dalam mencegah demam berdarah, dan gerakan 3M merupakan salah satu cara yang tepat.

Apalagi musim hujan mulai sering terjadi belakangan ini,” terangnya saat dikonfirmasi, Kamis 14 Februari 2019.
PSN melalui gerakan 3M Plus sudah sering dicanangkan dengan sejumlah kegiatan sederhana maupun dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Contohnya dengan penggunaan obat nyamuk, penataan ruangan yang terang untuk menghindari bersarangnya nyamuk di ruang gelap. 3M menjadi gerakan yang gencar disosialisasikan pihak dinkes, mengingat sejauh ini masyarakat terlalu terpaku pada sistem pengasapan (fogging) untuk memberantas demam berdarah.

Sebagian masyarakat percaya jika fogging dapat menghentikkan pertumbuhan nyamuk Aedes Aegepti. Padahal, fogging dilakukan hanya untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan yang perlu diantisipasi adalah jentik nyamuk.

Fogging bisa membunuh 1 nyamuk, tapi tidak bisa membunuh 200 telur nyamuk turunannya. Makanya, lebih dianjurkan untuk melakukan 3M untuk mencegah sekaligus memberantas berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegepti, kata Kadir.

“Perilaku masyarakat yang kadang tidak mengindahkan program 3M. Sehingga menimbulkan penyakit DBD,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk wilayah di Kabupaten Luwu hanya Kecamatan Bastem, Bastem Utara, dan Latimojong yang memang masuk dalam wilayah bebas DBD. Sementara kecamatan lainnya dikatakan daerah endemik DBD, karena sering terjadi kasus.

“Kami himbau kepada masyarakat jika memang ada indikasi penyakit DBD segera laporkan. Dan yang paling utama perilaku 3M yang paling penting harus selalu dilakukan,” tukas Kadir.(udy/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top