Toraja

Gugatan Darius Kotto Ditolak

*Kasus Lahan Tongkonan Pong Muda

RANTEPAO–Sidang kasus gugatan yang dilakukan Darius Kotto, terhadap Lembong Mendila di Pengadilan Negeri (PN) Tana Toraja, dihadiri tergugat dan penggugat, Selasa, 26 Februari 2019.
Sidang dipimpin Hakim Ketua Hendra Pramono, didampingi dua hakim anggota yakni Surya Laksamana dan Anender Karnova.

Gugatan lahan Tongkonan Pong Munda’ yang beralamat di Kelurahan Tagari Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Tana Toraja itu, dimana para penggugat dan tergugat adalah sama-sama ahli waris kandung Pong Munda.

Salah satu tergugat Lembong Mendila, usai sidang mengatakan, gugatan penggugat ditolak karena kabur dalam hal ini penggugat satu Darius Kotto, dua Markus Bato, Kristina Munda, Martha Munda, Benyamin Munda, Yosef Munda, Surtian Munda, Helena Munda, Pither Munda, sembilan orang tersebut betul-betul ahli waris Pong Munda’ dan dua orang yakni Markus Bato’ dan Minggu Paerunan adalah penunggu kebun.

“Untuk saat ini saya masih bisa belum katakan puas atau tidak, karena hal yang tidak benar masih ada satu hakim yang memihak yang mengabulkan gugatan. Sementara dua hakim sudah keputusan yang betul, mengambil yakni menolak gugatan karena kabur. Gugatan ini sangat mengada-ada,” ujar ahli waris Pong Muda, anak dari Lai’bungkang dan Lai’Rande Mendila.

Ditambahkan Lembong Mendila, bahwa budaya di Tongkonan penggugat sangat kecil pengabdiannya terhadap kewajiban budaya untuk Tongkonan Pong Munda’. Tetapi para tergugat yang ditinggalkan amanah dari orang tua adalah sebagai motivator untuk melestarikan Tongkonan dan juga mengangkat derajat Tongkonan Pong Munda’ di Buntu Tagari Tallunglipu.

“Dari sembilan orang ini sama-sama ahli waris, jadi siapa yang mau dilarang dan siapa yang mau melarang. Sedangkan penggugat ini juga telah melakukan pembangunan namun tidak ada satupun yang melarang. Sementara tergugat dua dan tiga saat mau membangun rumah di belakang Tongkonan Mapit kepada orang yang di tuakan dalam keluarga besar, tapi dikatakan oleh penggugat merusak Tongkonan,” terang Lembong Mendila.

Dalam gugatan tersebut, masih kata Lembong Mendila, sangat tidak benar karena fakta dilapangan setelah hakim yang mulia meninjau lokasi tidak terbukti, serta memperbaiki untuk mengganti Tongkonan tidak di terima gugatan. Dalilnya, karena mengganti atau merenovasi berarti memperbaiki tidak merusak.

“Sangat tidak benar saya di tuduhkan penggugat Darius kotto dkk kalau saya sebagai tergugat dituduh perusak Tongkonan, itu fitnah dari Darius kotto dkk. Saya ini memperbaiki atau merenovasi Tongkonan, saya bukan merusak tapi mengganti memperbaiki tapi, saya dikatakan merusak,” terang Lembong Mendila, kesal.

Terpisah, Yohannis Tandirerung, selaku Pengacara tergugat, Lembong Mendila, mengatakan gugatan para penggugat ditolak karena kabur. Ada dua hakim menolak dan satu hakim menerima, dari segi pormalitas gugatan itu yang masalah sehingga belum masuk pada pokok perkara karena didalam gugatan ada dua istilah yakni eksepsi dan pokok perkara.

“Eksepsi itu yang diadili pertama dan setelah terbukti bahwa eksepsi kita dikabulkan sehinggah gugatan dinyatakan tidak dapat diterima. Soal hakim yang satu tidak berpengaruh karena dia kalah dari segi khorum seandainya dalam musyawarah mufakat dan sidang sudah tutup sedang ini sidang terakhir,” tegas Yohannis Tandirerung. (alb/ded)

Click to comment

Most Popular

To Top