Kriminal

Ibu Korban Keberatan

*Pelaku Remas Payudara Dilepas

PALOPO—Pelecehan seksual terjadi di poros Pepabri-Walmas, Kelurahan To’bulung, Kecamatan Bara Kota Palopo.
Korban inisial DI (22) warga Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo, dalam perjalan pulang ke rumah, tiba-tiba kaget.

Itu lantaran, muncul seorang remaja inisial DW (16) dari samping kanan, kemudian memegang payudara korban.

Sempat kaget, korban pun kemudian mengejar pelaku sambil berteriak.

Sontak warga yang ada disekitar, ikut mengejar hingga akhirnya, DW ditangkap di lorong masuk Perumahan Pepabri.

Untuk menghindari amukan massa, DW selanjutnya diserahkan ke Polsek Wara Utara (Waru) untuk diproses. Peristiwa itu terjadi, Senin malam, 24 Februari 2019, sekira pukul, 09.00 Wita.

Korban dalam hal ini DI selanjutnya melaporkan secara resmi kasus tersebut ke Polsek Waru.
Hanya saja, keesokan harinya, Selasa, 26 Februari 2019, tanpa sepengetahuan keluarga korban, pelaku dilepas.

Mendengar hal itu, ibu korban Mama Riyan, mendatangi Polsek Waru, kemudian keberatan.

“Kami tidak diberitahu jika pelaku di lepas. Harusnya, ada konfirmasi dari pihak polisi ke keluarga korban. Intinya, kami keberatan atas dilepasnya pelaku,” ucap Mama Riyan, di Polsek Waru, saat memenuhi panggilan penyidik, Rabu, 27 Februari 2019.

Terkait dengan itu, Kapolsek Waru, Iptu Idris SH, mengatakan, alasan pelaku tidak ditahan, dimana yang bersangkutan (pelaku) masih dibawah umur.

Tidak hanya itu, pelaku juga tidak mengakui perbuatannya.

“Kita lepas, bukan berarti proses hukum selesai. Tetap kasus ini sementara dalam penyelidikan,” kata Idris, siang kemarin.

Perwira dua balok itu, menjelaskan, jika malam itu, dirinya sudah menjelaskan kepada ibu korban. Hanya saja, wanita tersebut tidak ingin mendengarkan apa yang disampaikan.

“Kita sudah berikan penjelasan, tapi sepertinya beliau (ibu korban) lebih pintar daripada kami,” terangya.

Seraya menambahkan, kasus tersebut rencananya akan dilakukan gelar perkara di Polres Palopo.

“Nanti kita lihat, apakah kasus ini statusnya ditingkatkan ke penyidikan,” tegas Idris. (ded)

Click to comment

Most Popular

To Top