Utama

Incumbent Terancam, Pendatang Baru Makin Pede

Hasil Survei Y-Publica, Caleg DPR RI Dapil Sulsel 3

PALOPO — Jelang 48 hari lagi pemilihan calon anggota legislatif, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil surveinya. Terbaru datang dari lembaga survei Y-Publica. Khusus untuk caleg DPR RI di dapil Sulsel 3, hasilnya cukup mengejutkan. Beberapa nama incumbent terancam, tergerus oleh pendatang baru yang mulai pede (percaya diri).

Sejumlah nama petahana masih tetap eksis masuk dalam 7 besar. Seperti, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta, Bahrum Daido, Amran SE.
Yang menarik, karena salah satu nama pendatang baru, yakni, Rizal Calvary Marimbo menyodok ke atas lima besar. Menggeser sejumlah nama besar. Misalnya, petahana dari Partai Nasdem, Luthfi A Mutty, dan petahana dari PPP Abu Bakar Wasahua.

Dari hasil survei Y-Publica, sebanyak Enam caleg petahana kembali maju memperebutkan tujuh kursi DPR RI di Dapil Sulawesi Selatan III. Selain itu, ada satu mantan wakil gubernur dan tiga mantan bupati yang ikut meramaikan persaingan.

Namun, survei terkini Y-Publica memperlihatkan ada satu pendatang baru yang menyodok ke tujuh besar. Dia adalah caleg PSI Rizal Calvary Marimbo.

“Dari tujuh kursi yang diperebutkan, satu di antaranya berpeluang jatuh ke tangan caleg pendatang baru dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rizal Calvary Marimbo,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (26/2), lalu.

Posisi Rizal menyelip di antara para petahana. Urutannya adalah, Andi Fauziah Pujiwatie dari Golkar (10,6 persen), Agus Arifin Nu’mang dari Gerindra (9,9 persen), Muhammad Fauzi dari Golkar (7,6 persen), Bahrum Daido dari Partai Demokrat (7,4 persen), Rizal Calvary Marimbo PSI (4,6 persen), Amran Rusdi Masse Mappasessu dari NasDem (4,4 persen), dan Amran dari PAN (3,9 persen).

Caleg pendatang baru lainnya adalah Abdillah Natsir dari Golkar (2,1 persen), tokoh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Edward Tanari dari PDIP (1,5 persen), dan juara ketiga Putri Indonesia 2011 Andi Tenri Natassa yang maju lewat Perindo (1,3 persen). Lalu dua caleg PSI, Azhimah Qadriyah (0,6 persen) dan Moses Padsing Limbongan (0,3 persen).
“Keberhasilan caleg pendatang baru bersaing dengan petahana dan mantan birokrat membuat persaingan di dapil Sulsel III sangat panas,” tutur Rudi.

Apalagi, tambah dia, jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan masih berjumlah 20,3 persen. Artinya, persaingan untuk saling menggeser posisi hingga Pemilu pada 17 April mendatang masih terbuka lebar.

Survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Sulsel III, yang mencakup Pinrang, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Luwu Raya. Dalam Pileg 2019, dapil Sulsel III mendapat alokasi 7 kursi.

Jumlah responden sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hasil survei di atas, caleg DPR RI dari PPP nomor 1 Darwis Ismail tak mau pusing dan menjadikan hasil survey sebagai acuan.
“Hasil survei ini kebanyakan bayaran, dan dimodifikasi yang bayar. Jadi tidak heran setiap survei hasilnya berbeda-beda,” ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Sementara itu, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta, atau yang akrab disapa Andi Ichi tak mau jauh mengomentari hasil survei tersebut. Ia, hanya selalu berdoa dan bekerja untuk rakyat. “Kita bekerja hanya untuk rakyat. Nanti rakyat yang menilainya,” ujarnya tadi malam.

Namun, ia juga tak heran kalau namanya berada diposisi teratas. Pasalnya, dikatakan politisi Partai Golkar ini, dari beberapa survei internal Partai Golkar, namanya selalu berada diurutan teratas dari sejumlah politisi Partai Golkar di dapil Sulsel 3.

Terpisah, politisi Partai Nasdem, Luthfi A Mutty yang dihubungi juga tak mau berkomentar banyak. Ia hanya menekankan, kalau kekuatan survei itu ada metodologi. “Mungkin saja bisa salah. Tapi tidak boleh bohong. Tapi dengan margin eror yang tinggi. Ini bisa dilakukan untuk mempengaruhi opini publik,” sebutnya. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top