FEMALE

Budayakan Falsafah Tana Luwu

A. Tiara Divia Ahmadi
Juara I Ana’dara Palopo 2018

Andi Tiara Divia Ahmadi, Juara I Ana’dara Palopo 2018, lalu. Diusia yang masih muda sudah mengukir prestasi tingkat kota dan provinsi. Mempromosikan kebudayaan Tana Luwu menjadi kesehariannya. Dalam bersosialisasi, ia pun selalu menerapkan falsafah Tana Luwu.

Gadis kelahiran Pinrang, 12 November 1999 ini berhasil meraih berbagai juara diajang pemilihan duta. Mulai dari Duta Anti Narkoba Kota Palopo 2015 kategori The Best Speaker, lalu Paskibraka Kota Palopo 2015, Putri Pariwisata Kota Palopo 2016, Ana’dara Kota Palopo 2018, Juara 3 Puteri Maritim Sul-Sel 2018, dan Juara 3 Ana’dara Malebbi Sul-Sel 2018.

Kepada Palopo Pos, Jumat, kemarin, Ara, sapaan akrab mahasiswi UIN Alauddin Makassar Jurusan Ilmu Komunikasi ini mengungkapkan, berbagai cara ia lakukan untuk mengenalkan budaya Tana Luwu ke masyarakat di Sulsel dan Indonesia pada umumnya.

Dengan mengaplikasikan sifat-sifat yang menjadi falsafah budaya Tana Luwu, seperti Sipakatau (tidak menghormati), Sipakainge (saling mengingatkan), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakatuo (saling menghidupi).

Selain itu dari pengalaman pribadi yang kuliah di Makassar, masyarakat Sulsel di luar dari Luwu Raya (teman-teman kampus dari berbagai daerah di Sulsel maupun luar) sangat tertarik dengan epos atau kitab I La Galigo.”Nah, dengan itu juga kita bisa memperkenalkan budaya Tana Luwu karena Tana Luwu adalah cikal bakal dari kitab I La galigo sendiri,”ujarnya.

Ara juga menceritakan awal mula mengikuti ajang ana’dara Kallolo Palopo. Dimulai pada tahun 2016 saat Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, masih dalam satu lingkup OPD.

“Saat itu saya mendapatkan predikat Putri Pariwisata Kota Palopo, setelah itu diutus mengikuti ajang pemilihan Putri Pariwisata Provinsi Sulsel 2016 yang pada saat itu saya masih duduk di kelas 2 SMA. Nah setelah itu tahun 2017 saya fokus ke sekolah dulu karena sudah Kelas 3 SMA dan akan mengikuti Ujian, tahun berikutnya, 2018, saya mendengar kabar kalau akan diadakan pemilihan ana’dara kallolo Kota Palopo pada bulan April, nah disitu saya tertarik kembali untuk ikut berkompetisi sekalian untuk belajar lagi mengenai kebudayaan karena saya sangat bersemangat jika mempelajari kebudayaan Tana Luwu sendiri. Nah dengan modal public speaking, bahasa inggris yang alhamdulillah cukup, dan pengetahuan dasar tentang kepariwisataan dan kebudayaan yang saya miliki mengantarkan saya menjadi juara, dan tidak lupa pula attitude yang sangat penting,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, dirinya tipikal remaja yang suka dengan aktivitas atau kegiatan yang bisa meng-upgrade kualitas diri. “Apapun hasilnya saat kita sudah berjuang dan berkompetisi dengan jujur juara atau tidak juara yang terpenting kita telah membuat sejarah baru bagi hidup kita sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain. Itulah motivasi yang saya tanam dalam diri saya jika ikut berkompetisi,” tegasnya.
Saat ini, Ara menempuh kuliah di UNI Makassar Jurusan Ilmu Komunikasi semester 4.

Pada tanggal 27 April 2019, mendatang, kembali Dinas Kebudayaan Pemkot Palopo akan menggelar pemilihan Ana Dara Kallolo 2019. “Bagi para ana dara kallolo yang mau ikut berkompetisi harus percaya diri, agar punya pengalaman tampil di depan umum,” tandasnya. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top