Utama

Bibit Kakao Mentan Datang Bertahap

BELOPA — Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memberikan bantuan bagi pemda se-Luwu Raya. Bantuan tersebut beragam. Ada bibit, hingga hewan ternak.

Bagi masyarakat di Kabupaten Luwu, Mentan memberikan bantuan bibit kakao sebanyak 500 ribu batang. Namun, bibit tersebut tidak langsung ada seluruhnya, bertahap datangnya. Daerah pun masih menunggu bibit dari pusat.

Sembari dalam masa menunggu tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu melakukan persiapan terhadap Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL). Agar, ketika bibit tersebut sudah ada, langsung bisa action.
Sebelumnya, Mentan menyerahkan 1,5 juta batang bibit kakao untuk Propinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Ir HA Pangerang, kepada Harian Palopo Pos, mengungkapkan, Pemkab Luwu sangat siap menerima bantuan bibit kakao yang digelontorkan Mentan RI dalam upaya melakukan peremajaan.

“Kami mendapatkan informasi dari 1 juta batang bibit kakao itu, untuk Kabupaten Luwu mendapatkan alokasi sekitar 500 ribu batang. Untuk menyukseskan program mengembalikan kejayaan kakao lewat program peremajaan tanaman kakao, kami sudah siap sedia, bahkan CPCL sudah masuk untuk kami proses. Jadi dalam hal ini kami tinggal menunggu penyaluran bantuan tersebut saja, ” ungkap Andi Pangerang.

Kepala Bidang Perkebunan Muslimin Habram, melalui Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Nur Syamsi S.Hut, MM, mengatakan, jika dalam 1 hektar terdapat seribu pohon tanaman kakao, itu artinya target peremajaan dengan 500 ribu batang bibit kakao untuk tahun 2019 ini sebanyak 500 hektare.

“Kami mengestimasi pembagian 500 ribu batang bibit kakao ini akan terdistribusi kepada 50 kelompok tani se-Kabupaten Luwu. Untuk lokasinya kami baru memasukkan dan secepatnya memberi informasi ke Kementan RI, ” kata Nur Syamsi.

Ibu Anchi, sapaan akrab Nur Syamsi, mengatakan, saat ini kebun kakao di Luwu seluas 33.900 Ha lebih dan kebanayakan tanaman kakao masyarakat masuk kategori sudah berusia tua, sehingga harus diremajakan. Namun sudah ada yang diremajakan dan ada juga yang sudah produksi kembali.

“Untuk kategori yang berusia tua, dan butuh peremajaan saat ini ada sekitar 5.000 ha. Jumlah lahan seluas 5.000 ha ini mendesak untuk diremajakan, karena dikawatirkan terjadi alih fungsi menjadi lahan persawahan. Hal ini memang perlu kita antisipasi sesegera mungkin untuk mengembalikan kejayaan kakao kita,” kata Anchi.

Seperti yang terungkap dalam pertemuan antara Mentan RI dan Kelompok tani di Luwu Senin lalu, produksi kakao di Luwu memang turun drastis, dimana sepanjang tahun 2018, produksi tersisa 24.260 ton, dimana turunnya produksi ini akibat kondisi tanaman kakao yang sudah berusia tua dan banyak terserang PBK.

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman bahkan membeberkan saat ini produktivitas kakao petani Indonesia sangat kecil, hanya sekitar 0,7 ton perhektar, bahkan ada yang sampai 0,5 ton perhektar pertahun. Padahal petani kakao Indonesia pernah memproduksi kakao hingga mencapai 5 ton perhektar pertahun. Makanya sesuai perintah langsung Presiden RI Bapak Joko Widodo, Kementerian Pertanian ingin mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan di Indonesia, khususnya kakao melalui program peremajaan kebun-kebun kakao petani.

Palopo

Sementara itu, untuk Kota Palopo, meskipun memiliki jumlah luas lahan kakao seluas 8 ribu hekatre, hanya saja tak mendapat bantuan bibit kakao dari Mentan. Sebagai gantinya, Pemkot Palopo mendapatkan bantuan hewan ternak, berupa 10 ekor kambing, dan 500 ekor ayam. Hal tersebut dikatakan Kadis Pertanian, dan Peternakan Kota Palopo Harisman, Rabu, kemarin.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Mentan di Belopa, Wali Kota Palopo HM Judas Amir juga menyempatkan menanam pohon kakao bersama sejumlah kepala daerah se Tana Luwu di Kamanre.

Lutra

Sebanyak 500 ribu bibit kakao juga diterima Kabupaten Luwu Utara. Bibit itu juga merupakan bantuan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Nantinya, bibit akan disebar 12 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Luwu Utara Ir. Agussalim Lambong kepada Palopo Pos, Rabu 13 Maret 2019, kemarin.

Mmenurut Agussalim sapaan akrab Kadis TPHP ini, bantuan tersebut bersumber dari APBN, yang merupakan program Menteri Pertanian dalam mengembalikan kejayaan kakao di Luwu Raya termasuk di Luwu Utara. “Alhamdulillah, kita mendapatkan bantuan untuk 500 ribu bibit kakao,” kata Agus.

Masih kata agus, penempatan bibit kakao nantinya berkordinasi antara pendamping yang ditunjuk oleh Provinsi dan Penyuluh pertanian di Luwu Utara.”Jadi kami hanya menfasilitasi menyiapkan data, mana saja daerah yang bisa di berikan bantuan bibit kakao.

Kita tentunya berharap bibit cepat diterima masyarakat agar masyarakat dapat segera menanam kakao,” ujarnya.

Sekedar di ketahui bahwa Luwu Utara adalah daerah penghasil kakao terbesar di Sulawesi selatan dengan produksi 26 ribu ton dalam satu tahun, artinya dengan adanya tambahan tanaman kakao ini tentunya ke depan bisa menambah produktifitas kakao di lutra, khusus nya menganti tanaman kakao yang rusak.

Lutim

Di Luwu Timur, Kepala Bidang Perkebunan, Muhtar mengatakan, sesuai data Pemkab Lutim mendapat bantuan dari Kementan sebesar Rp2.046.451.000 miliar.

dari jumlah itu, sebut muhtar dialokasikan untuk Pengembangan Tanaman Tahunan dan Penyegar, diantaranya Pilot Projet Fertigasi tanaman kakao seluas 3 Ha.

kemudian Pengembangan Tenaman semusim dan Rempah , yaitu Rehabilitasi tanaman lada seluas 150 Hektar, benih Lada sebanyak 120 ribu Batang dan Pupuk Organik pabrikan 240 ribu kg.

Sedangkan untuk perluasan tanaman Pala juga mendapatkan bantuan seluas 200 Hektar diantarnya benih sebanyak 25 ribu batang dan pupuk organik pabrikan 120 ribu kg. (and/jun/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top