Ekonomi

Mentan Lepas Ekspor Pertanian di PT KIMA

* Saldy: Berupa Kakao, Lada, Manggis, dan Pisang Senilai Rp400 Miliar

MAKASSAR-– Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melepas ekspor pertanian senilai Rp400 miliar di di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Rabu, 13 Maret 2019 kemarin. Komoditas berupa kakao, lada, manggis, dan pisang diekspor ke Hongkong dan sejumlah negara lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Komisaris Utama PT KIMA, Saldy Mansyur kepada Palopo Pos melalui pesan WhatsApp, usai serimonial ekspor, siang kemarin.

Pelepasan ekspor pertanian ini merupakan rangkaian dari Gebyar Ekspor Pertanian Sulsel sekaligus meluncurkan inovasi berbasis aplikasi, yakni I-MACE (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports) atau Peta Komoditas Ekspor Pertanian Indonesia.

Hadir pada kegiatan itu, Ditjen Bea Cukai, Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Hamidin, 14 bupati dan walikota lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pertanian se Sulawesi Selatan, serta jajaran PT KIMA.

Mentan Amran Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, tahun 2019 total ekspor Sulawesi Selatan sampai dengan hari ini Rp800 miliar lebih. Adapun total ekspor dari Sulsel 2019 saat ini 6.485 ton.
Komoditasnya terdiri dari buah pisang ke Malaysia, buah manggis ke China, buah markisa ke Singapura, Vanilli Kering ke Turki, sarang burung walet ke China, kacang mede ke Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Australia, Kanada dan Malaysia.

Kemudian, kulit ari mente, minyak kulit mente ke Korea Selatan, kakao biji ke Malaysia, kakao pasta ke Malaysia, lada biji ke Vietnam dan Malaysia, ampas sawit ke China, cengkeh ke Malaysia, cincau hitam ke Thailand, kacang hijau ke China, dedak gandum dan gandum pellet ke China, porang ke China dan rumput laut ke China, Korea Selatan, serta Vietnam.

Terkait dengan pengembangan komoditas ekspor di Sulawesi Selatan, Amran mengungkapkan Kementan bersama Provinsi Sulawesi Selatan akan menjadikan Luwu Raya (Kabupaten Luwu, Palopo, Luwu Timur dan Luwu Utara) dan Enrekang menjadi lumbung lada yang akan menyuplai kebutuhan dunia, tidak hanya Indonesia. Adapun komoditas unggulan ekspor Sulawesi Selatan lainnya yakni kakao, pisang, kelapa, dan jambu mente. Tetapi ke depan, yang dieksor merupakan barang jadi atau olahan.

“Ada juga talas yang akan diekspor ke Jepang. Kemudian ada ayam dan telur yang sudah tembus Jepang. Ini pertama dalam sejarah Indonesia. Nah, dengan Pak Gubernur Sulawesi Selatan yang hubungannya dengan Jepang bagus, aku yakin akses ekspor semakin baik. Target ekspor tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu,” ungkapnya. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top