FEMALE

Peduli dengan Kelestarian Olahraga Tradisional

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Perkembangan zaman yang semakin canggih, generasi muda (anak-anak) kini, lebih banyak disibukkan dengan bermain gadget. Mereka tak mau lagi peduli dengan olahraga permainan tradisional. Lambat laun dikhawatirkan pudar. Perlu kembali dibangkitkan.

Female edisi kali ini, sosok perempuan hebat yang berjuang membangkitkan olahraga tradisional tersebut. Adalah Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Palopo, Andi Fausiah Muh Nur Pallullu, S.Sos.

Dijelaskan Andi Uchi, sapaan akrabnya, olahraga tradisional saat ini mulai ditinggalkan. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kemenpora yang diturunkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga daerah berusaha bagaimana melestarikan permainan tersebut.

Salah satu caranya, adalah dengan menggelar perlombaan. Khusus di Kota Palopo, kata Mantan Seklur Amassangang ini, Dispora Kota Palopo melakukan perlombaan olahraga tradisional. Pada tahun 2018, lalu, sejumlah permainan tradisional yang diperlombakan adalah ular tangga, hadang, bakiak, dan enggrang.

Menurut Andi Uchi, olahraga ini tak hanya menyehatkan, tetapi ada nilai yang terkandung di dalamnya. “Kalau main gadgetkan itu sendiri-sendiri. Nah, dengan olahraga tradisional ini, anak-anak dilatih bekerjasama, kompak, dan beraktivitas fisik, serta membentuk mentalnya,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, Kemenpora setiap tahun menggelar sejumlah kejuaraan olahraga tradisional, melalui invitasi olahraga tradisional, dan festival olahraga tradisional. Tak hanya nasional, tetapi, juga internasional sudah mulai diperlombakan.

“Ada hadang, bakiak, sumpit, dan enggrang,” sebutnya.
Bahkan, Kemenpora, kata Andi Uchi, meminta daerah untuk menemukan olahraga tradisional asli daerah tersebut, yang belum pernah tereskpose.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Most Popular

To Top