Utama

Suaedi: Kita Berharap, Itu tak Terjadi di Palopo

*Jual Beli Jabatan di Kemenag, Bagaimana Pemilihan Rektor IAIN Palopo?

PALOPO — Operasi tangkap tangan terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait jual beli jabatan di Lingkup Kementerian Agama, 15 Maret 2019, lalu, membuka sejumlah persoalan lainnya, termasuk pemilihan rektor STAIN, IAIN, dan UIN.

Bukan hanya jual beli jabatan Kakanwil dan Kepala Kemenag tingkat kabupaten/ kota, jabatan ketua dan rektor STAIN,IAIN dan UIN juga disinyalir adanya unsur penyuapan. Sebagaimana penjelasan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahmud MD pada acara talkshow Indonesian Lawyers Club (ILC) TV One, edisi Selasa Malam, 19 Maret 2019 lalu.

Dikatakannya, Dia mengungkapkan, bahwa dirinya tahu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dijejaknya nama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy. Dijelaskannya, 18 Agustus 2015, dirinya mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya, mengadukan sejumlah kasus korupsi dan amburadulnya hukum di Indonesia.

Suratnya kala itu, kepada presiden itu oleh Istana didisposisi ke KPK. Di situlah dirinya diundang KPK. Ternyata, kata dia, banyak sekali orang yang menerima uang suap. KPK bukan membocorkan kasus, tetapi menjelaskan atas surat yang dikirimkan oleh Mahfud kepada presiden.

Salah satunya, tahun lalu, Profesor Andi Faisal Bakti mengikuti pemilihan rektor di UIN Jakarta. Dia menang dan tak dilantik menjadi rektor UIN Jakarta. Andi didatangi oleh orang dimintai Rp5 miliar kalau mau jadi rektor.

Ketua Dewan Pendidikan Palopo, Dr Suaedi, M.Si yang dimintai tanggapan oleh Palopo Pos, Jumat 22 Maret 2019 menyebutkan, dirinya sangat menyayangkan adanya praktik jual beli jabatan di Kementerian Agama. Meskipun terjadi di tempat lain, pihaknya berharap hal tersebut tidak terjadi di Kota Palopo, apalagi sekelas lembaga pendidikan tinggi.

Mengenai berjalannya proses pemilihan rektor IAIN Palopo oleh Kementerian Agama hingga saat ini. Dikatakannya, dirinya sangat yakin dengan integritas para calon rektor IAIN Palopo, tidak akan melakukan praktek penyuapan.

Apalagi hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama. Seorang pimpinan tentuanya akan berpengaruh pada kinerja kelembagaan, bagaimana menghasilkan Perguruan Tinggi (PT) yang bermutu.

Sementara itu Rektor IAIN Palopo yang telah berakhir masa jabatannya dan bertindak sebagai Plt Rektor, Dr Abdul Pirol, M.Ag menyebutkan bahwa, setelah panitia penjaringan melakukan penetapan bakal calon, 27 November 2018 panitia kemudian melaporkan kepada dirinya hasil verifikasi. Setelah pelaporan pihaknya melakukan rapat senat dimana 5 Desember 2018 lalu. Setelah itu pihaknya membawa langsung berkas ke Kementerian Agama bersama ketua panitia penjaringan dan Ketua Senat IAIN.

“Setelah itu Menteri membentuk tim seleksi yang menentukan tiga calon. Tiga calon ini, salah satunya akan dipilih oleh Menteri Agama sebagai Rektor IAIN Palopo Periode 2019-2023,” sebutnya.
Untuk diketahui setelah dilakukan verifikasi berkas oleh panitia dan ditetapkan oleh senat IAIN, yakni Dr Abdul Pirol M.Ag, Dr Rustan S, M.Hum, Dr Ahmad Syarief Iskandar, Dr Hasbi M.Ag, Dr HM Zuhri Abunawas Lc, M.A , Dr Abbas Langaji M.Ag. Enam nama ini terlah berada di tangan Kementerian Agama yang rencananya ditetapkan menjadi tiga orang dan selanjutnya dipilih sebagai rektor IAIN Palopo Periode 2019-2023.(ich/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top