Metro

ASN Dilarang Gunakan Elpiji 3 Kg Subsidi

TOMPOTIKKA — Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo dilarang menggunakan elpiji 3 Kg bersubsidi.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH pada Sosialisasi elpiji 3 Kg bersubsidi dan proyek perubahan sistem pengawasan terintegrasi yang dilaksanakan di Aula Kantor Wali Kota Palopo, Sabtu 13 April 2019.

Untuk itu, Wali Kota memerintahkan kepada Kepala Dinas Perdagangan untuk membuat surat larangan kepada setiap pangkalan elpiji agar tidak menjual elpiji 3 Kg bersubsidi kepada ASN yang ada di Kota Palopo ini.

Orang nomor satu di Kota Palopo ini menegaskan, aturan yang terkait dengan pemakaian elpiji 3 Kg tidak boleh digunakan ASN. Kalau itu aturan harus diikuti karena sudah ada aturannya. Sebaiknya ASN tidak boleh membeli dan memakai elpiji bersubsidi tersebut.

“Sebagai penjual janganki kasi. Dan ASN jangan ada yang marah apabila tidak dikasi karena ada aturannya,” tutur Wali Kota, seraya menambahkan, aturan itu dibuat untuk mengatur bukan untuk merugikan. Aturan dibuat sedemikian rupa sehingga secara umum bisa dinikmati masyarakat dan tidak ada gejolak dalam masyarakat.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Palopo ini juga mengimbau kepada seluruh peserta yang hadir agar mengajak seluruh keluarganya agar menggunakan hak pilih suaranya untuk mencoblos pada saat Pemilu mendatang.

”Gunakan hak pilih agar tidak ada yang golput atau tidak menggunakan hak suaranya,” tegasnya.
Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Palopo, Zulkifly Halid, ST.,M.Si menyampaikan sosialisasi ini merupakan sosialisasi yang pertama kali dilakukan kepada seluruh para pangkalan dan agen elpiji se Kota Palopo.

“Kita berkumpul bersama-sama karena selama ini pemahaman tentang distribusi elpiji masih banyak yang belum paham. Itulah gunanya kita lakukan sosialisasi agar semua pangkalan dan agen mengerti betul akan pendistribusian elpiji 3 Kg ini. Agar kedepannya tidak ada lagi yang dikenakan sanksi akibat kecurangan yang dilakukan,” sebut Zulkifli.

Menurutnya, sistribusi elpiji 3 Kg merupakan program pemerintah yang memang harus diawasi agar didistribusikan sesuai sasaran.
“Di Kota Palopo kurang lebih 500 pangkalan terdiri dari kurang lebih 5 agen yang mendistributorkan tabung tiap hari kurang lebih 8.400 tabung. Jumlah tabung elpiji 3 Kg yang didistribusikan tiap harinya sesuai dengan kebutuhan, kecuali apabila ada kegiatan tertentu atau hari besar maka ditambah 10 persen hingga 15%. Jadi tidak masuk akal kalau elpiji di Kota Palopo akan langka,” ujar Zulkifly Halid.

Zulkifly berharap dengan adanya sosialisasi ini agar betul-betul dimanfaatkan oleh seluruh peserta diskusi dan apa yang diharapkan dapat tercapai.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas, Rakhmat Kasjim, ST menyampaikan sosialisasi ini
merupakan yang pertama kali dilakukan di Kota Palopo. Semoga menjadi acuan untuk kabupaten lain. ”Karena disinilah kita dapat mengerti sistem dan permasalahan yang terjadi di pangkalan dan agen, agar apa yang diharapkan dapat tercapai,” jelasnya.

Rakhmat menambahkan, ada salah satu daerah di Pulau Jawa yang menetapkan harga tinggi yaitu Rp22.000 per tabung. Kenapa Rp22.000, karena selama beberapa tahun ini mereka tidak bisa mendapatkan harga yang rata, berdasarkan variabel yang ada, pemerintah memberikan harga eceran elpiji 3 Kg dengan margin pangkalan yang menguntungkan.

“Kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk seluruh warga Luwu Raya khusunya Kota Palopo ini agar apa yg diinginkan, stoknya aman dan harganya aman dan cara jualnya pun aman dapat tercapai,” tuturnya.

Ia menambahkan, acuan bahwa ASN atau yang berpenghasilan Rp1,5 Juta ke atas tidak boleh memakai elpiji 3 Kg, sekarang ada elpiji gas 5,5 Kg yang diperuntukkan tidak subsidi.

”Semoga Kota Palopo ini menjadi prioritas pertama agen yang menyalurkan kepada seluruh kecamatan yang ada,” jelasnya lagi.(rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top