Politik

Diancam 4 Tahun dan Denda Rp48 Juta

* Jika Memberi Imbalan Uang ke Pemilih di Masa Tenang

PALOPO — Ketua Bawaslu Palopo, Dr Asbudi Dwi Saputra, SHM, M.Kn, kembali mengingatkan larangan bagi pelaksana, peserta pemilu, dan/atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil presiden di masa tenang.

Mereka dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih. Misalnya, tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kab/kota. Kemudian memilih calon anggota DPD tertentu. ”Masa tenang harus steril dari kegiatan kampanye,” tandas ketua Bawasu, dalam suratnya, Minggu, kemarin.

Apalabila ada yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota untuk setiap peserta pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 276 ayat (2), lanjut Asbudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp12 juta.

Sanksi lainnya adalah setiap pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atauy materi lainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam pasal 278 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp48 juta.

”Masa tenang berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. Saya tegaskan lagi peserta pemilu dilarang melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun,” ucap ketua Bawaslu.(ary)

Click to comment

Most Popular

To Top