Kriminal

345 Penghuni Lapas Siap Nyoblos

*Indra: Itu Data Sementara

PALOPO — Setiap warga negara, khususnya yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, agar tetap bisa mencoblos pada Rabu 17 April 2019 luas. Termasuk warga yang sedang menjalani hukumannya di Lapas Kelas IIA, Kota Palopo.

Saat ini, Senin 15 April 2019 tercatat 345 narapidana maupun tahanan akan menyalurkan hak pilihnya di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo.

Di Lapas Palopo ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni TPS 4 dan TPS 13. Yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 110 orang, sedangkan yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk TPS 4 sebanyak 7 orang dan untuk TPS 13 berjumlah 228 orang. Jika dikalkulasi maka jumlah wajib pilih di Lapas Palopo mencapai 345 orang. “Tapi itu adalah data sementara untuk hari Senin 15 Arpril 2019. Tentunya masih akan berubah,” kata Kalapas Palopo, Indra, Senin kemarin.

Lebih jauh Indra menjelaskan, bahwa penghuni Lapas Palopo sudah over kapasitas dengan jumlah penghuni 859 orang. Jika 859 orang dikurangi 345 orang yang telah masuk DPT dan DPTb maka yang tersisa masih 514 narapidana maupun tahanan lagi. “Tapi mungkin besok (baca hari ini. Red) semua usia wajib pilih akan tercaver.

Penyebab adanya 514 orang lagi, karena sebelumnya ada pertukaran dan pengiriman napi, sehingga ada yang masuk dan ada yang keluar. Belum lagi ada yang bebas dan tentunya akan mencoblos di daerah masing-masing,” jelas Kalapas.

Yang pasti, masih kata Kalapas, napi dan narapidana yang sudah terdaftar di DPT sudah tidak bisa memilih di TPS tempat asalnya demikian yang masuk dalam DPTb. “Yang mendominasi usia wajib pilih adalah warga binaan asal Kota Palopo, selebihnya asal luar Palopo dan bakan provinsi. Dan kami menjamin masyarakat tidak tercederai hak pilihnya,” tuturnya.

Indrah menambahkan lagi, pihaknya akan terus melakukan pendataan hingga semua pemilik hak pilih bisa berpartisipasi pada 17 April 2019. “Akan tetapi, untuk sementara seluruh WBP yang memilih terdaptar sebagai DPTb dan terdapat sejumlah orang yang mempunyai KTP-el tapi belum masuk DPT. Dan ini sudah dilaporkan ke kantor pusat, Jakarta,” pungkasnya.

Selain itu, sistem pengamanan di dua TPS Lapas Palopo dengan melibatkan petugas KPPS sebanyak 14 orang serta dua orang petugas Hansip, selebihnya dari pihak kepolisian. (him)

Click to comment

Most Popular

To Top