Utama

Bawaslu, Ujung Tombak Pemilu Jurdil

* Galakkan Patroli Temukan Pelanggaran

PALOPO — Selama masa tenang hingga penghitungan suara, peran Bawaslu dalam mengawasi terjadinya tindak kecurangan sangat diandalkan. Menjadi ujung tombak pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil (jurdil).

Di Palopo, sebanyak 546 pengawas dikerahkan untuk mengawasi 499 TPS dan PPL. Mendekati hari H pemilihan, Bawaslu semakin gencar melakukan patroli ke seluruh lingkungan di Kota Palopo. Menemukan indikasi tindak kecurangan yang terjadi, utamanya politik uang.

Ketua Bawaslu Palopo, Dr Asbudi Dwi Saputra mengungkapkan, selama masa tenang, pihaknya telah menemukan sejumlah indikasi kecurangan. Diantaranya, indikasi money politic, lalu pelanggaran ringan. Seperti penemuan APK dan BK yang masih terpasang di beberapa titik.

Dengan jumlah TPS sebanyak 499, Bawaslu Palopo mengerahkan 498 pengawas dan 48 PPL.
“Pengawas ini ditugaskan untuk jalan terus memantau pungut hitung di TPS, dan melaporkan semua kejadian dilingkungan TPS dan sekitarnya,” ujar Asbudi ketika dimintai tanggapan, Senin 15 April, kemarin.

Sementara itu, di masa tenang ini, Panwascam juga rutin melakukan patroli pengawasan.
Dari 499 TPS di Kota Palopo, Bawaslu Palopo mengidentifikasi ada 8 TPS yang dianggap rawan. Yakni, terletak di daerah terpencil Kota Palopo. Seperti di beberapa kelurahan yang terjauh dari pusat kota.

Polda Sulawesi Selatan sebelumnya, telah mengungkapkan ada 161 Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk dalam kategori sangat rawan pada Pemilu 2019 mendatang.

Diungkapkan Kepala Biro (Karo) Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Steven Napium, dari total 26.356 TPS yang ada di 24 kabupaten kota se-Sulsel. 161 TPS masuk kategori sangat rawan, 2.503 TPS masuk kategori rawan, serta 23.684 TPS yang masuk kategori kurang rawan.

Kombes Steven menjelaskan, 161 TPS tersebut berada dalam lokasi geografis yang sangat sulit ditempuh dan terpisah. Bahkan sangat jauh dari pengelompokan TPS.

Untuk 2.503 kategori rawan berpotensi rawan konflik sosial, berada pada pemukiman padat penduduk dengan jumlah pemilih pada TPS mendekati atau mencapai jumlah maksimal.

Untuk 23.684 TPS kurang rawan, ia menjelaskan TPS yang lokasi keberadaanya tidak ada potensi konflik, aman dan mudah ditempuh oleh petugas TPS.

“Itu adalah penilaian tim intelijen kami dilapangan. Parameternya ada 5 dimensi, 8 variabel, dan ada 100 indikator. Itu adalah konsumsi internal kami untuk bagaimana mengantisipasi dengan bertindak dengan tepat untuk mematahkan itu,” ungkapnya.

Aplikasi

Sebuah aplikasi bernama AyoJagaTPS diluncurkan hari ini. Lewat aplikasi berbasis platform Android ini, masyarakat dapat mengawasi perolehan suara di tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilu 2019.

“Aplikasi ini dibentuk sesimpel mungkin, tinggal download, dan daftar pakai NIK (nomor induk kependudukan). Dari situ akan muncul opsi, di mana pendaftar ini TPS-nya, lalu dia langsung teregistrasi,” ujar co-founder AyoJagaTPS, James Falahudin, dalam jumpa pers di Citywalk Sudirman, Jakarta, Minggu (14/4/2019), lalu.

Bagaimana cara kerja aplikasi ini? Setelah mengunduhnya di PlayStore, registrasi, dan masuk ke aplikasi, relawan sudah bisa mengirimkan hasil form C1 plano. Setiap relawan cukup mengirimkan rekap hasil penghitungan via aplikasi dan C1 plano diunggah. Ketika registrasi, nantinya relawan akan dialokasikan ke TPS tempat ia mendaftar untuk memilih sesuai dengan KTP.

“Sesudah itu, nanti kami harapkan, para penjaga yang sudah terkoneksi bisa berpartisipasi aktif. Jadi coba kita bantu memberi semangat KPPS ini datang, lalu entri C1 plano,” kata James.

Adanya aplikasi AyoJagaTPS direspons baik oleh Bawaslu. Bawaslu perlu peran dari organisasi kemasyarakatan di luar afiliasi dengan pasangan calon untuk mengawal suara.

“Bawaslu menyadari tidak mungkin Bawaslu kerja sendiri untuk pastikan seluruh mekanisme berjalan dengan jujur dan adil. Maka dibutuhkan kolaborasi, seperti masyarakat dan kelompok masyarakat kritis dan organisasi yang concern dalam kepemiluan,” ujar Asisten Bidang Hukum Bawaslu RI Bachtiar Baital di lokasi yang sama. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top