Utama

Penghitungan Suara TPS, Bisa Diperpanjang 12 Jam

PALOPO — Pemungutan dan penghitungan suara akan mulai dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS), Rabu 17 April, besok.
Menurut Anggota KPU Hasyim Asy’ari, pencoblosan mulai 07.00 hingga 13.00 waktu setempat. Bila pada jam 13.00 masih terdapat antrean pemilih yang belum memilih, maka pemilih masih dapat dilayani dengan syarat sudah mendaftar/menulis di daftar hadir (Formulir C7) sebelum pukul 13.00.

“Penghitungan suara di TPS dilaksanakan mulai jam 13.00 setelah proses pemungutan suara selesai,” kata dia, Senin (15/4/2019).
Penghitungan suara di TPS, sambung dia, harus selesai pada hari yang sama dengan hari pemungutan suara, yakni hingga pukul 24.00 waktu setempat.

“Dalam hal penghitungan suara belum selesai, dapat diperpanjang tanpa jeda paling lama 12 jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara (maksimal harus selesai pada Kamis 18 April 2019 jam 12.00 waktu setempat),” Hasyim memungkasi.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua KPU Palopo Abbas Djohan. Dikatakannya, kalau penghitungan suara di TPS harus berakhir dihari yang sama. Tetapi sesuai keputusan MK bisa diperpanjang 12 jam.

Lanjut Abbas, setelah dari TPS, langsung dilakukan rekap di tingkat PPK. Mengenai lama waktunya, kata Abbas, bisa sampai 10 hari. Usai dari PPK, kemudian dilakukan rekap di tingkat kota.

Ditambahkan Komisioner KPU Palopo, Abdullah Jaya Hartawan, kalau penghitungan suara tingkatTPS harus berakhir paling lambat pukul 12:00 Wita hari Kamis 18 April 2019.

Setelah itu, dilanjutkan ke tingkat PPK selama 17 hari,lalu tingkat kabupaten/kota selama 17 hari, dan tingkat provinsi 17 hari.
“Jika ada sengketa, tetap lanjut tidak mempengaruhi waktu tahapan,” kuncinya.

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pasal 40 ayat 1 nomor 9 tahun 2019, publik yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dapat menggunakan suaranya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) atau surat keterangan.

“Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat 1 memberikan suara 1 jam sebelum waktu pemungutan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) berakhir,” tertulis dalam PKPU.

Lalu, untuk menghindari kecurangan atau pemilih asing, mereka yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) ini hanya bisa memberikan suara di TPS sesuai alamat tinggal. Ketersediaan suara juga dipertimbangkan.

Apabila surat suara habis, pemilih akan langsung diarahkan ke TPS terdekat. TPS ini harus satu wilayah kerja dengan panitia pemungutan suara sesuai alamat tinggal pemilih.

Jika di satu tempat tersebut juga habis, pemilih akan diarahkan ke TPS lain pada kelurahan atau desa yang sama. Setelah waktu sudah menunjukkan 13.00 WIB, waktu setempat, panitia di TPS akan mengumumkan waktu pemungutan telah habis.

Mereka masih bisa memilih melewati waktu jika sedang menunggu gilirannya untuk memberikan suara dan sudah dicatat kehadirannya oleh panitia atau petugas di TPS.

“Telah hadir dan sedang dalam antrean untuk mencatatkan kehadirannya dalam formulir,” tulis Pasal 46.
Ditambahkan, Komisioner KPU, Viryan Azis, ada beberapa faktor lainnya yang menjadi penyebab lamanya penghitungan suara.

Diantaranya masalah saat penghitungan suara, stamina dan cara kerja Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan jumlah pemilih di TPS. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top