Metro

Mungkajang Pilot Project Bank Sampah

MUNGKAJANG — Kecamatan Mungkajang menjadi pilot project di kecamatan lain di Kota Palopo mengenai pemanfaatan sampah. Dimana masyarakatnya memanfaatkan sampah kering untuk dibawa ke bank sampah dan selanjutnya menjadi rupiah.

Hal ini diungkapkan Lurah Mungkajang, Salong kepada Palopo Pos, Kamis 16 Mei 2019. Menurutnya, pengelolaan sampah kering di bank sampah yang menghasilkan rupiah ini digunakan untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan warganya.

Salong mengungkapkan, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dimulai sejak Februari 2019 lalu. Namun, sejak Januari 2019 lalu, kegiatan memanfaatkan sampah kering menjadi rupiah ini sudah dilakoni sebagian warganya.

”Program ini telah kami sosialisasikan dengan mengundang seluruh RT dan RW agar mengimbau kepada warganya untuk memanfaatkan sampah kering. RT dan RW ini diimbau agar merekomendasikan warganya membawa sampah kering sebanyak 1 kantong untuk ditimbang di bank sampah,” jelasnyaa.

Setelah ditimbang, ungkapnya, hasilnya dimanfaatkan untuk membeli sembako atau kebutuhan pokok bagi warga tak mampu di Kelurahan Mungkajang.

”Namun, setelah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, kami arahkan hasil memanfaatkan sampah kering itu untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” sebutnya lagi.

Pasalnya, masih banyak masyarakat di Mungkajang yang ingin masyarakatnya dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaa. Yang paling banyak adalah para tukang ojek, juga para petani, serta guru ngaji dan para ketua RT dan RW.

”Dulunya pengumpulan sampah dipusatkan di kantor lurah, namun saat ini di setiap RT ada tempat khusus untuk menampung sampah yang selanjutnya akan ditimbang oleh Dinas Lingkungan Hidup dan dibawa ke bank sampah,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 105 warga Kecamatan Mungkajang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Masyarakat yang terdaftar sebagai peserta dengan cara mengelola sampah plastik yang ada di sekitar lingkungan mereka lalu dijual dan hasilnya untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palopo, Hendrayanto berterima kasih kepada Pemkot Palopo dan Kecamatan Mungkajang karena telah menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dan hebatnya lagi masyarakat hanya mengelola sampah plastik yang ada dilingkungan sekitarnya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain untuk menjaga kebersihan juga untuk mendapat jaminan perlindungan.

”Semoga seluruh kecamatan yang ada di Kota Palopo ikut serta dapat program pengelolaan sampah ini yang menghasilkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakatnya.

Rata-rata masyarakat di sini bekerja sebagai pekerja non formal seperti petani, nelayan, pedagang, ojek dll. Sehingga untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus mendaftar secara mandiri sehingga berbeda dengan pekerja yang bekerja di perusahaan dimana perusahaannya yang daftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.(rhm)



Click to comment

Most Popular

To Top