Utama

Terdakwa Pembunuh Bocah di Wasuponda Divonis Seumur Hidup

MALILI — Jasmin (25), warga Dusun Birono Jaya, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Luwu timur dijatuhi hukuman dari Majelis Hakim PN Luwu Timur, Kamis 16 Mei 2019.
Terdakwa Jasmin, didakwa atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan bocah 6 tahun.

Sidang putusan dipimpin Ketua Hakim Kahairul, dan dua hakim anggota, yakni, Novalista Ratna Hakim, dan Mahyuddin. Majelis hakim memutuskan jika terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan.

“Hakim menjatuhkan terdakwa pidana seumur hidup, dan menetapkan terdakwa tetap ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim, Khairul dalam pembacaan putusan.

Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim menyimpulkan bahwa suatu pembunuhan dengan pemberatan sehinga patut, dan adil terdakwa dihukum dengan pidana yang maksimal.

Bahwa korbannya masih berumur 6 tahun, dan apa yang dilakukan terdakwa terhadap korban tergolong sangat sadis.

“Karena sebelumnya terdakwa mencabuli korban lalu menusukan pisau dibagian dada, bahu, punggung, dan leher secara berulang kali, serta juga mengiris leher korban. Sehingga tindakan terdakwa dinyatakan tergolong sadis.

Sementara, itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rama, saat ditemui usai sidang mengatakan, bahwa terdakwa dikenakan pasal 339 KUHP tentang pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain.

Dalam sidang tersebut, hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap terdakwa, meski begitu terdakwa masih pikir-pikir dengan hasil putusan tersebut.

“Terdakwa dalam putusan sidang tersebut masih pikir-pikir dan Hakim memberikan kesempatan 7 hari sebelum putusan tersebut berkekuatan hukum tetap,” kata Rama.

Sebelumnya, korban bocah yang masih duduk dibangku SD asal Dusun Lampiang Barat, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasponda, Luwu Timur ditemukan warga tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di kebun sawit milik warga, Selasa 30 Oktober 2018, lalu, sekitar pukul 17:00 Wita.

Diduga, siswi yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Parumpanai itu tewas setelah di cabuli.

Tampak kondisi korban dalam telanjang bulat dengan posisi tengkurap, kondisi korban juga masih dalam memakai kos kaki sekolah berwarna hitam. Dibagaian leher korban ditemukan luka tusuk.

“Hasil olah TKP, korban diperkosa lalu dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Lutim, Iptu Abar Andi Mallaroang kala itu, kepada Palopo Pos, Rabu 31 Oktober 2018, lalu.

Dari keterangan pelaku yang diperoleh pihak kepolisan menyebutkan bahwa sekitar pukul 15:00 Wita, pelaku menjemput korban di sekolahnya di SD Parumpanai dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Kemudian pelaku membonceng korban masuk ke dalam kebun kelapa sawit milik warga.

Pelaku mengakui, setelah tiba di kebun kelapa sawit, pelaku membuka pakaian milik korban kemudian pelaku mencabulinya namun korban menangis terus sehingga pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau, sehingga korban mengalami luka tusuk pada bagian leher, dan dada yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Motifnya sehingga korban dibunuh karena korban menangis keras pada saat pelaku berusaha memasukan alat vitalnya ke alat vital korban,” kata Akbar.

Pada saat korban menangis keras dan saat itu pelaku merasa ketakutan, jangan sampai ada orang mendengar maka pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau dan mengenai bagian leher, kepala dan dada.

“Pelaku pemerkosa dan pembunuhan dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” terang Akbar. (krm/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top