Utama

Bawaslu Luwu: Kasus Walmas Sudah Klir di KPU RI

PALOPO — Caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Dr Ir H Bahrum Daido menggugat penyelenggara Pemilu di Kabupaten Luwu, yakni KPU dan Bawaslu.

Pasalnya, Bahrum menilai ada indikasi penggelembungan suara yang dilakukan pihak KPPS di Walenrang dan walenrang Barat, membuat salah satu calon diuntungkan.

Gugatan ditembuskan ke KPU Luwu dan Bawaslu Luwu.
Ketua Bawaslu Luwu Abdul Latief Idris, kepada Palopo Pos mengatakan, kalau Bawaslu Luwu tidak dapat melanjutkan laporan gugatan tersebut lantaran, laporan yang masuk hanya bersifat tembusan. Bukan dari pihak penggugat yang datang melapor memasukkan laporan ke kantor Bawaslu Luwu.

“Tidak ada laporannya. Yang ada hanya tembusan ji. Kalau masuk dokumen itu harus memenuhi syarat formil dan materil. Yang bersangkutan, harus hadir membuat laporan resmi, atau pengacara yang ditunjuk, dan dari partai politiknya,” ujar Latief via WA yang mengaku baru mendarat di Bandara Solhas, Makassar selepas dari Jakarta mengikuti pleno di KPU RI, Ahad 19 Mei 2019, lalu.

Latief menjelaskan, saat pleno di KPU RI juga, memang sempat dipertanyakan saksi dari Partai Demokrat, tetapi, setelah Bawaslu Luwu menjelaskan duduk masalahnya, pihak saksi menerima.

“Iye, klir mi kemrin di pleno KPU RI, di Sulsel juga tuntas,” sebutnya.
Sementara itu Koordinator Tim Pemenangan Bahrum Daido, Najamuddin menampik hal tersebut. Ia mengatakan tak mau berkomentar jauh soal ini dulu.

sebagaimana diberitakan, protes dilayangkan dua caleg pusat (DPR RI) dari Partai Demokrat ke KPU Kabupaten Luwu dan Bawaslu Kabupaten Luwu, yakni petahana Dr Ir H Bahrum Daido bersama Frederik Batti Sorring.

Dalam surat tersebut, berisi, pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara yang dilakukan KPUD Kabupaten Luwu pada penghitungan tingkat kabupaten untuk calon anggota DPR RI, khususnya Partai Demokrat.

Lanjut isi surat itu, alasan ditolak lantaran, hasil rekap cacat hukum, akibat adanya indikasi kecurangan terstruktur dan masif, yang terjadi karena pembiaran oleh penyelenggara di Kecamatan Walenrang dan Walenrang Barat, yang mengakibatkan terjadinya penggelembungan suara di dua kecamatan tersebut, yang diarahkan kepada caleg Partai Demokrat nomor urut 7 atas nama Muh Dhevy Bijak.
Sebagaimana diketahui, Muh Dhevy Bijak merupakan anak dari Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak.

Selain itu, Bahrum juga menyebutkan adanya praktik lain kecurangan di Walenrang dan Walenrang Barat, yakni, dari 16 partai peserta pemilu 2019, hanya caleg Partai Demokrat nomor 7 atas nama Muh Dhevy Bijak Pawindu yang terisi. Sedangkan caleg dari partai lain kosong. Bahkan, jumlah suara yang diperolehnya melebihi suara DPT. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top