Utama

Pilkada Lutim Kurang Meriah

* Jika Paket MTH–Ibas Jilid II Terwujud

MALILI — Pilkada Luwu Timur juga mulai memanas. Hanya saja, muncul wacana untuk melanjutkan pasangan Muhammad Thorig Husler (MTH) dengan Irwan Bahri Syam (Ibas) jilid II pada Pilkada Luwu Timur 2020, mendatang.

Wacana ini mendapat beragam komentar dari berbagai pihak. Banyak pihak yang menilai jika pasangan ini ideal untuk kepemimpinan Luwu Timur mendatang, namun tidak sedikit juga yang pesimis dengan duet tersebut.

Pemerhati politik Luwu Timur, Aries mengatakan, perolehan hasil pemilu legislatif 2019, yang menempatkan Partai Golkar sebagai pemenang dan Partai Nasdem sebagai runner-up di Luwu Timur, dinilai cukup untuk membuat pesta demokrasi Pilkada Luwu Timur mendatang menjadi meriah. Itu, jika masing-masing dari kedua partai mengajukan kader terbaiknya sebagai calon kepala daerah.

Untuk diketahui, MTH saat ini menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Timur, sedangkan Ibas, sapaan akrab Wabup Irwan menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Luwu Timur.

“Wacana untuk dipaketkan kembali antara MTH-Ibas Jilid II bukan dikata jelek, namun pastinya pesta menjadi kurang meriah, sebab dua kekuatan besar ini justru bersatu yang seharusnya kita menyaring kandidat kepala daerah dari yang terbaik,” ujarnya.

Dia menilai, keduanya merupakan putra terbaik daerah yang masing-masing memiliki potensi untuk memimpin Luwu Timur.
Selain itu, dia juga mengungkapkan jika pasangan MTH – Ibas pada periode 2015-2020 terdapat sejumlah peristiwa yang membuat kedua pasangan ini dinilai tidak harmonis. Meski begitu, dia tidak merincikan peristiwa dimaksud itu.

“Bukan rahasia lagi, jika pada kepemimpinan saat ini, pasangan MTH – Ibas ada isu tidak harmonis diantara keduanya, sehingga jika hal ini dipertahankan dikhawatirkan tidak memberikan efek positif terhadap keduanya jika dipaketkan lagi,” ujar Aries
Dia menambahkan, paket MTH – Ibas jilid II juga dikhawatirkan akan menutup kesempatan figuir lain yang memiliki potensi bagus untuk ikut bertarung.

Akademisi

Selain dua nama di atas, menurut informasi yang berkembang di masyarakat Lutim, figur yang berpotensi ikut adalah Andi Ichi, Nur Husain, serta dua nama baru dari kalangan akademisi bergelar professor. Kedua professor tersebut Prof Dr Muhammad Ali Lakatu dan Prof Dr Jasruddin Daud. Keduanya adalah putra daerah Lutim yang cukup populer di tengah masyarakat Lutim.

Prof Ali adalah guru besar Ekonomi Unhas dan mantan Wakil Rektor 2 Unhas, mantan Dekan Fakultas Ekonimi dan Bisnis Unhas, dan mantan Direktur Pasca Sarjana Unhas. Sedang Prof Jasruddin adalah guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) yang saat ini menjabat Kepala LLDikti yang mencakup wilayah Sulawesi.

Diungkap Madjid, nama Prof Ali dan Prof Jas –sapaan Prof Jasruddin– mencuat pada acara Buka Puasa Bersama (Bukber) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) di Hotel Fave Makassar, Minggu, 12 Mei 2019.
Pada acara itu, masyarakat Lutim yang hadir memperbincangkan siapa sosok yang pantas menakhodahi Lutim periode 2020-2025.

Lalu ada yang terinspirasi dengan posisi Prof Dr Nurdin Abdullah yang berhasil sebagai Bupati Bantaeng dan kini jadi Gubernur Sulsel. Ada pula hadirin yang nyelutuk, bahwa bagaimana kalau Bupati Lutim ke depan juga seorang professor.

Prof Ali yang lagi bercanda dengan mahasiswa, terlihat sumringah mendengar aspirasi masyarakat tersebut. Sementara mahasiswa yang berada di sampingnya memberi support kepada Prof Ali agar bersedia maju.

Madjid Tahir yang dimintai tanggapannya terkait dua Profesor tersebut, mengembalikan kepada yang bersangkutan, apakah bersedia maju atau tidak.

Namun Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) KKL-Raya ini menyatakan bahwa Prof Ali dan Prof Jas merupakan sosok sekaliber dengan Prof Nurdin Abdullah yang saat ini menjabat Gubernur. Bila ada aspirasi masyarakat dan kedua Profesor itu bersedia mencalonkan diri, tentu sangat menarik dan memberi harapan besar untuk demokrasi di kabupaten yang berada pada ujung timur laut Sulsel ini.(krm/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top