Utama

Warga Tanjung Pinang yang Dibunuh, Terduga Pelaku Ditangkap di Maumere

* Misteri Identitas Mayat di Sungai Cimpu

BELOPA — Teka-teki identitas mayat yang ditemukan di Sungai Cimpu, Desa Cimpu, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Jumat 10 Mei 2019, lalu, berhasil diungkap Kepolisian Polres Luwu.

Dari proses otopsi yang dilakukan sebelum dilakukan pemakaman jasad korban, jajaran Polres Luwu berhasil mengungkapk peristiwa dibalik ditermukan jasad tanpa identitas oleh warga tersebut.

Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso melalui Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, Senin (20/5), kemarin, mengungkapkan, mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Cimpu ternyata bernama Joko Irawan asal Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

“Dari hasil otopsi Tim Labfor Polda Sulsel terhadap jasad korban ditemukan adanya luka tusukan di bagian dada. Dari situ kita melakukan pengembangan dan sudah mengantongi siapa pelaku pembunuhan. Bahkan, Alhamdulillah kami saat ini dalam perjalanan pulang membawa 2 orang tersangka pelaku pembunuhan, ” ungkap Faisal.

Faisal menjelaskan, saat ini dirinya sudah perjalanan pulang ke Belopa dengan membawa dua terduga pelaku pembunuhan Joko Irawan yang jasadnya ditemukan di Sungai Cimpu.

“Kedua terduga pelaku masing-masing bernama Lorensius Rudi Alias Rudi dan Nong Bona Ventura. Keduanya adalah warga Maumere Provinsi NTT. Tim Reskrim Polres Luwu dibantu Satreskrim Polres Sikka Maumere menangkap pelaku pada hari Ahad, 19 Mei 2019, lalu, setelah mendapat informasi keberadaan pelaku ada di Maumere, ” kata Faisal.

Lantas apa yang menjadi motif dugaan pembunuhan terhadap Joko Irawan? Faisal mengatakan, antara dua orang terduga pelaku, dan korban ternyata adalah berteman. Diduga mereka komplotan spesialis pencurian sarang burung walet, yang rencananya akan melakukan tindak pidana pencurian burung walet di Gorontalo.

“Kronologisnya, korban berteman dengan pelaku di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, mereka sama-sama berangkat menuju Pontianak, Kalimantan Barat dari Tanjung Pinang untuk mencari pekerjaan.

Dimana pekerjaan itu adalah melakukan aksi pencurian burung walet. Setelah beberapa lama di Pontianak tidak berhasil, mereka berangkat Makassar, Sulawesi Selatan untuk kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Gorontalo, juga untuk melakukan aksi pencurian sarang burung walet, ” terang Faisal.

Pada saat perjalanan ke Gorontalo menggunakan mobil rental, korban Joko Irawan yang duduk di depan samping kiri sopir, tanpa alasan jelas meminta pulang dan enggan melanjutkan perjalanan ke Gorontalo. Hal ini membuat kedua pelaku emosi karena mereka beranggapan sudah di tengah perjalanan dan uang operasional sudah menipis.

“Karena disulut emosi itulah sehingga tersangka Nong Bona sambil menunggu lengah korban langsung menikam korban ke arah dada korban yang saat itu duduk di kursi depan. Singkat cerita, setelah ditusuk jasad Joko Irawan dibuang mayat korban ke Sungai Cimpu, lalu, mereka kembali ke Makasar, ” kata Faisal. (and/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top