Kriminal

Dituntut 5 Tahun, Guru Cabuli Ponakan Pledoi

PALOPO — Terdakwa YU (50), warga warga Jalan Landau, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, yang juga oknum guru salah satu SMAN di Kota Palopo siap mengajukan pledoi (nota pembelaan. Itu setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Palopo, Gerei, SH menuntutnya selama 5 tahun penjara, Senin 20 Mei 2019 lalu.

Seperti biasanya sidang tertutup untuk umum ini diketuai oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palopo, Heri Kusmanto, didampingi dua hakim anggotanya, Mahir Zikki SH dan E.M Amanorse SH. Terdakwa mengajukan pledoi dengan harapan hakumannya bisa diringankan. Terdakwa YU merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang didakwa karena kasus pencabulan terhadap ponakannya sendiri.

Dalam dakwaannya, terdakwa dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yang mana disebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, akan dikenakan ancaman 15 tahun penjara.
YU tega mencabuli keponakannya sendiri berinisial AN (15), warga Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palopo.

Perbuatan asusila itu diduga sudah dilakukan YU sejak pertengahan 2018. Bahkan, perbuatan bejatnya itu, masih dilakukan hingga akhir Januari 2019. Tersangka membujuk korban dengan iming-iming akan diberikan uang Rp50 ribu. Meski korban berontak, namun terdakwa tidak mengindahkan, bahkan dari keterangan korban sudah berulangkali dicabuli. (him)



Click to comment

Most Popular

To Top