Utama

Suaedi: Predikat WTP Bukti Pengelolaan Keuangan yang Sehat

PALOPO — Tahun ini kembali Kota Palopo meraih penghargaan dari BPK RI, yakni, berupa predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan pengelolaan keuangan ini diraih empat kali berturut-turut di era Wali Kota HM Judas Amir. Meskipun di zaman HPA Tendriadjeng juga pernah mendapatkan.

Menurut Dewan Pendidikan Kota Palopo, Dr Suaedi, kalau, predikat opini WTP ini merupakan salah satu indikator kalau kinerja keuangan pemerintah itu berjalan sesuai aturan atau dalam kategori sehat. Tentunya yang memeriksapun juga tidak asal periksa. “Pasti punya kredibilitas,” kata mantan Rektor Uncok ini, Selasa, kemarin.

Lanjutnya, ketika daerah mendapat WTP, berarti bisa kita percaya pengelolaan administrasi keuangan sesuai peraturan per-UU. “Jadi ini patut diapresiasi kepada Pemkot Palopo yang kembali meraih predikat WTP empat kali berturut-turut,” ujarnya.

Predikat WTP ini pula, juga sebagai upaya Pemkot Palopo dalam meberantas korupsi dengan menjalankan sistem pengelolaan keuangan sesuai aturan.

Terkait apakah ada korupsi atau tidak dengan WTP ini? Dijelaskan Suaedi, kalau itu berbeda. Hakekatnya WTP hanya soal pemeriksaan administrasi keuangan daerah. Kalau korupsi itu hal lain lagi. Ada pihak yang menanganinya.

Dengan koleksi WTP yang diraih Pemkot Palopo, ke depan, kata Suaedi, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan, serta bisa dicontoh daerah lain juga. Yakni, seperti membuat sistem keuangan secara publik, dan transparan, serta akuntabel. Bukan cuma pengakuan dari BPK RI, tapi, dari masyarakat yang utama. Karena masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Jadi kalau bisa, buat sistem keuangan yang transparan dan akuntabel. Bisa dipertanggungjawabkan ke masyarakat. Yang dikelola inikah dana publik. Maka, akan sangat bagus kalau masyarakat juga bisa merasakan dan mengetahui manfaat dari pengelolaan keuangan tersebut,” tandasnya.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top