Utama

Tiket Makassar-Bua Malah Naik

* Pemudik Pilih Naik Bus dan Mobil Pribadi

PALOPO — Meskipun Menteri Perhubungan telah menetapkan penyesuaian aturan Tarif Batas Atas (TBA) untuk harga tiket pesawat, yang mulai berlaku, Sabtu (18/5), lalu, dengan penurunan kisaran antara 12-16 persen. Kenyataannya harga masih mahal. Kenaikannya pun bahkan mendekati angka 85 persen dari harga normal. Seperti pada rute Makassar-Bua.

Di tengah keinginan pemerintah mendesak maskapai penerbangan turunkan harga tiket, operator penerbangan Lion Group (Wings Air) yang melayani rute Makassar-Bua malah menaikkan harga tiketnya. Tak tanggung tanggung, naik 85 persen dari biasanya.

Dari penelusuran Palopo Pos melalui sejumlah situs pemesanan daring, misal untuk penerbangan, Senin 27 Mei 2019, mendatang. Harga tiket pesawat masih diatas Rp700 ribuan. Yakni, tepatnya Rp728.900. Tetapi, harga ini kembali melonjak drastis dari harga normalnya kisaran Rp500 ribuan mendekati waktu lebaran.

Misal, untuk pemberangkatan tanggal 31 Mei 2019, bertepatan dengan hari pertama cuti lebaran. Harga tiket semakin melonjak. Harganya pun mendekati angka Rp900 ribuan, yakni tepatnya Rp845.500.

Dengan lonjakan harga tiket yang naik hingga 85 persen ini, masyarakat yang akan mudik ke Luwu Raya mungkin akan berpikir dua kali menggunakan transportasi udara (pesawat). Penumpang akan beralih ke transportasi darat (bus) yang kisaran harganya pun jauh lebih murah daripada pesawat atau mobil pribadi.

Penurunan tarif batas atas harga tiket pesawat telah diatur melalui Keputusan Menhub No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang ditandatangani Rabu, 15 Mei 2019.

Regulasi tersebut menggantikan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Budi mengatakan kebijakan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap tarif pesawat yang dirasa oleh masyarakat terlalu tinggi, walaupun sebenarnya tarif yang dikenakan tidak melanggar TBA yang telah ditetapkan Kemenhub.

“Setelah kami lakukan evaluasi dan persuasi ternyata belum juga terjadi suatu harga yang terjangkau bagi masyarakat. Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat, komplain dari sektor pariwisata, perhotelan dan juga terjadinya inflasi,” ungkap dia.

Budi mengharapkan dengan diterapkannya regulasi ini, maskapai dapat menyesuaikan harga tiket dengan tarif batas atas yang baru.
“Harapannya maskapai LCC juga menyesuaikan. Kami mengharapkan bahwa maskapai LCC memberikan harga-harga yang dapat dijangkau.

Misalnya menjual tiket dari tarif yang 50 persen sampai 80 persen dari batas atas itu tersedia. Sehingga masyarakat itu punya pilihan,” ujarnya.
Budi menegaskan, akan terus mengawasi dan mengevaluasi kebijakan ini untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan perlindungan dari persaingan tidak sehat.

Selain itu yang turut diperhatikan adalah keselamatan dan keamanan penerbangan serta kepentingan penyelenggara jasa angkutan penerbangan. “Pasti akan kami awasi dan evaluasi secara berkala,” pungkas Budi. (idr)

Rute Makassar-Bua
Harga Normal : Rp500 Ribuan
Harga Jelang Lebaran : Rp845.500

Click to comment

Most Popular

To Top