Utama

926 Personel Amankan Lebaran di Lura-Toraja

PALOPO — Seluruh Polres se Indonesia melakukan Apel gelar pasukan dimulainya Operasi Ketupat 2019, Selasa 28 Mei 2019, kemarin.
Di Luwu Raya dan Toraja, jumlah personel pengamanan yang disiapkan mencapai 926 personel.

Dimulai dari Polres Kota Palopo yang menggelar apel pasukan Operasi Ketupat 2019 di pelataran kantor Polres Kota Palopo, Jl. Opu Tosappaile.
Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah sebagai inspektur upacara.

Kapolres membacakan sambutan serentak Kapolri Jendreral Tito Karnavian. Kapolri mengatakan Operasi Ketupat 2019 akan digelar selama 13 hari. Mulai Rabu dini hari, 29 Mei 2019 hingga, Senin 10 Juni.

Operasi ketupat tahun 2019 diselenggarakan di seluruh 34 polda dengan 11 polda prioritas. Operasi akan melibatkan 160.335 personel gabungan. Terdiri atas 93 589 personel polri, 13.131 personel TNI 18.000, 906 personel kementerian, dan dinas terkait 11.720, personel Satpol PP 6300. Lalu, 6.913 personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Ops ini digelar pada 2.448 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 174 pos terpadu, dan 12 lokasi cek poin sepeda motor pada pusat aktivitas masyarakat lokasi rawan gangguan Kamtibmas. Serta lokasi rawan gangguan keamanan keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Adapun objek pengamanan dalam operasi ini antara lain 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3091 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.

“Analisis dan evaluasi terhadap penyelenggaraan operasi ketupat tahun 2019 menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik koordinasi dan kerjasama sinergis seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan operasi ketupat tahun 2018 juga mendapatkan apresiasi positif dari public hal tersebut ditandai dengan tingkat adanya aksi serangan teror dapat di tekannya gangguan kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun aksi intoleransi dan kekerasan serta terpeliharanya stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat keberhasilan juga diwujudkan dengan kelancaran arus mudik dan arus balik berkat ketersambungan tol Trans Jawa dari Banten hingga Jawa Timur Pada tahapan strategi dalam manajemen rekayasa lalu lintas serta capaian aspek keselamatan berlalu lintas berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia hingga 37 persen,” kata Kapolri.

Khusus untuk wilayah kerja Polres Palopo, adapun jumlah personel yang disiagakan sebanyak 188 personel gabungan. Dengan rincian, dari Polres Palopo 116 personel, Kodim 1403 SWG sebanyak 16 personel, Dishub 16 personel, Satpol PP 16 personel, Dinkes 8 personel, dan Senkom 16 personel.

Adapun jumlah posko yang disiagakan sebanyak empat pos pengaman. Yakni, Pos PAM Lagota, Pos PAM City Market, Pos PAM Islamic Center, dan Pos PAM Maroangin.
Turut hadir dalam Wali Kota Palopo HM Judas Amir, yang mewakili kejari serta seluruh para undangan yang hadir.

Luwu
Jajaran Polres Luwu juga melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2019 diwilayah Kabupaten Luwu.
Bertindak sebagai inspektur apel Ops Ketupa Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso, S.IK, yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi HM Tito Karnavian Ph.D
Dalam amanatnya terungkap, Ops Ketupat Polres Luwu 2019 akan dilksanakakan selama 13 hari terhitung mulai Rabu, (29/5) hingga Senin (10/6) mendatang.

“Khusus untuk Kabupaten Luwu jumlah pos Ops Ketupat sebanyak 4 pos, terdiri dari 2 Pos pengamanan di Ponrang dan Walenrang, 1 pos pelayanan yang ditempatkan di masjid raya Al-Ishlah Belopa dan 1 pos terpadu yang ditempatkan di Bandara Bua, ” Ungkap Dwi Santoso.
Dwi Santoso mengatakan terkait Ops Ketupat, ada empat perhatian untuk para personel yang harus dijadikan pedoman.

Pertama, mempersiapkan secara optimal aspek penyelenggaraan operasi ketupat. Kedua, pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personil dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan operasi. Ketiga, terus jaga dan pelihara soliditas dan sinergitas seluruh komponen penyelenggara operasi.
Selanjutnya, Keempat laksanakan setiap penugasan dengan penuh semangat, kebanggaan dan tanggung jawab.

Sementara itu Kabag Ops Polres Luwu, Kompol Yoseph, menambahkan, dalam rangka pengamanan Ops Ketupat, jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 275 orang. Terdiri dari, 77 personel Polres Luwu, 30 personel TNI, 30 personel Dinas perhubungan, 30 personel Satpol PP, 30 personel pemadam kebakaran, 30 personel Senkom, dan 18 orang petugas kesehatan.

“Adapun jumlah masjid yang menjadi fokus pelaksanaan takbiran di Ibukota Belopa ada 7 titik, di Kecamatan Bua 6 titik dan di 20 kecamatan se-Kabupaten Luwu masing-masing 5 titik takbiran,” kata Yoseph.

Di Luwu Utara, jumlah personel gabungan yang diterjunkan dalam Ops Ketupat 2019 sebanyak 75 personel. Yang merupakan gabungan dari peleton TNI, peleton Brimob, peleton Dalmas, peleton Sat Lantas, peleton Staf Polres Luwu Utara, peleton Intelkam dan Reskrim, peleton Basarnas, peleton Satpol PP, peleton Dishub, dan peleton Senkom.

Di Luwu Timur, jumlah personel gabungan yang diterjunkan dalam Ops Ketupat 2019 sama dengan jumlah tahun 2018, lalu, yakni 236 personel. Merupakan gabungan dari peleton TNI, peleton Brimob, peleton Dalmas, peleton Sat Lantas, peleton Staf Polres Luwu Utara, peleton Intelkam dan Reskrim, peleton Basarnas, peleton Satpol PP, peleton Dishub, dan peleton Senkom.

Tator

Di Toraja, apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 dipimpin Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Czi Hiras M S Turnip, sedangan Ipda Adnan Leppang,bertindak sebagai komandan upacara. Peserta apel terdiri dari anggota Kepolisian, TNI, Satpol PP, Damkar, dan Dishub.

Dalam apel tersebut, Dandim 1414 Tana Toraja membacakan amanat dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang antara lain Operasi Ketupat Tahun 2019 akan diselenggarakan di seluruh 14 Polda dengan 11 Polda Prioritas salah satunya yaitu Polda Sulsel.

Dalam amanat tersebut, Kapolri juga menyampaikan beberapa perhatian untuk menjadi pedoman Pelaksanaan Operasi Ketupat.
Yang diharapkan terselenggara dengan aman, lancar dan sukses, tetap pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terus memelihara soliditas dan sinergitas, laksanakan tugas dengan penuh semangat dan tanggungjawab demi keberhasilan pelaksanaan Operasi.

Gelar Pasukan ini tanda dimulainya Operasi Ketupat 2019 yang akan berlangsung selama 13 hari terhitung mulai dari hari Rabu tanggal 29 Mei 2019 sampai dengan tanggal 10 Juni 2019.

Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P Sirait menambahkan, dalam Ops ketupat 2019 ini akan dibangun 5 titik Pos pegamanan dan pelayanan.
“Kita membangun 5 (lima) titik pos pelayanan, 2 pos pelayan di Tana Toraja dan 3 pos pelayanan di Toraja Utara,” tuturnya.

Dalam operasi Ketupat ini Polres Tana Toraja mengerahkan 152 personel Polri dan sinergi dengan TNI, Pemda Tana Toraja dan Toraja Utara dan Stakeholder terkait dan semua elemen masyarakat.

Polres Tana Toraja mendirikan 5 posko layanan mudik yang berada di 5 lokasi yang berbeda. Yaitu, di pos Lantas Makale, pos Lantas Rantepao, pos objek wisata Lolai, di Kete Kesu’, dan patung Yesus Burake. (mg2/and/rhm/idr)

Personel PAM Ops Ketupat 2019 Luwu Raya-Toraja

Luwu : 275 Personel
Palopo : 188 Personel
Lutra : 75 Personel
Lutim : 236 Personel
Toraja : 152 Personel

Total : 926 Personel



Click to comment

Most Popular

To Top