Metro

Bulog Palopo Salurkan Rastra di titik distribusi Noling

* 2 Koli Terjangkit Hama, Langsung Diganti Semua 1×24 Jam

PALOPO-Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan Beras Sejahtera (Rastra) ke 176 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Minggu 26 Mei 2019.

hanya saja pada penyaluran untuk bulan Mei tersebut terdapat sebuah masalah. Di mana pada kemasan luar beras ditemukan kutu padi yang bIasa disebut hama.

Kepala Kelurahan Noling, Fadli SH membenarkan hal tersebut. Di mana pada luar karung beras itu terdapat hama yang masih hidup dan hinggap di sekitar kemasannya. “Iya benar, kutu memang itu ada, akan tetapi yang terindikasi itu hanya 2 karung saja,” kata Fadli kepada Palopo Pos, Rabu 29 Mei 2019.

Atas kejadian tersebut, Fadli pun melakukan perekaman via video melalui handponenya untuk dijadikan laporan kepada Camat Bupon dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk diberitahukan kepada pihak Bulog agar supaya segera diganti. “Saya membuat video tersebut hanya untuk dijadikan bahan laporan saja, bukan untuk disebarkan kepada masyarakat kemudian diviralkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dirinya sudah paham mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan oleh pihak Bulog yaitu apabila terdapat beras yang tidak sesuai kualitas dan kuantitas, maka akan segera diganti selambat-lambatnya 2×24 jam. “Maka dari itu, waktu sampai ini beras kami langsung periksa betul, lalu membuat laporan secepatnya untuk digantikan oleh pihak Bulog,” jelasnya.

Sehingga atas laporan Fadli tersebut, pihak Bulog secara responsif melakukan pergantian terhadap beras yang disalurkan secara keseluruhan dalam jangka waktu 1×24 jam. “Iya, langsung diganti sama pihak Bulog besoknya, yaitu hari Senin, dan mereka sangat bertanggungjawab atas beras yang disalurkan, karena hanya 2 koli saja yang terjangkit, tetapi yang diganti itu semuanya 176 koli,” beber Fadli.

Sementara itu, Wakil Kepala Sub Perum Bulog Palopo, Dwi Yuniarko mengatakan, pihaknya melakukan respon cepat tersebut dengan mengacu pada Pedoman Umum (Pedum) Bansos Rastra dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan.

“Sesuai Pedum, jika ada beras bansos tidak sesuai kualitas dan kuantitas maka Perum Bulog wajib mengganti maksimal 2×24 jam, tapi kami selalu usahakan percepatan mengingat kualitaslah yang diutamakan kepada masyarakat,” kata Dwi.

Ia juga menambahkan, bahkan jika terdapat 1 karung atau 2 karung saja yang terindikasi, pihaknya akan berusaha untuk mengganti semua beras yang disalurkan agar menghindari tersebarnya hama yang terdapat pada karung beras terindikasi tersebut.

“Kami lakukan itu supaya hama yang terdapat di karung beras yang terindikasi itu tidak menyebar, karena memang sifat hama itu cepat menyebar” sebutnya.

Adapun Kepala Lingkungan Noling, Kamiruddin yang juga selaku penerima manfaat beras tersebut mengaku, selama ini ia mengonsumsi beras Bolug sama sekali tidak mendapat kutu dari dalam karung. “Begitu pun juga dengan masyarakat, Alhamdulillah selama ini tidak ada keluhan terkait kualitas beras tersebut,” tandasnya dan juga menambahkan telah menerima beras yang disalurkan gudang Bulog Pammanu, Kabupaten Luwu baru-baru ini.

Terkait hal tersebut, Kepala Gudang Bulog Pammanu, Riviyanti Rasyid mengaku, memang hama seperti kutu itu selalu ada, terlebih dalam kondisi panen seperti ini biasanya ada kenaikan tingkat serangan hama”Tetapi kami terus berusaha untuk mencegah hama tersebut dengan secara rutin melakukan spraying dan fumigasi terhadap beras-beras yang terdapat di dalam gudang kami,” ujarnya.(ali)

 

KETERANGAN FOTO:

PENYALURAN Rastra yang dilakukan Kepala Gudang Pammanu, Riviyanti Rasyid (kedua dari kanan) melalui Kepala Kelurahan Noling, Fadli SH (paling kiri) kepada Kepala Lingkungan Noling, Kamiruddin di kantor Kelurahan Noling, Rabu 29 Mei 2019.(FT AULIA/PALOPOPOS)

Click to comment

Most Popular

To Top