Metro

Wali Kota Bagi-bagi Rp558 Juta Insentif Kader Posyandu

PALOPO— Wali Kota Palopo, HM Judas Amir bagi-bagi insentif kepada 745 kader Posyandu di ruang pola Balaikota, Selasa, 28 Mei 2019. Penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP-PKK Palopo, Ny. dr Hj Utia Sari Judas MKes dan Kadis Kesehatan, Dr dr Ishaq Iskandar MKes.

Insentif yang dibagikan untuk triwulan II 2019 dengan total Rp558 juta lebih. Tiap kader mendapat Rp750 ribu per triwulan atau Rp250 ribu per bulan. Selain insentif, Hj Utia Sari sari juga memberikan hadiah kepada lima kader Posyandu yang dipilih secara acak untuk menjawab pertanyaan dari Ketua TP-PKK dan Kasi Promkes Dinkes Abdul Manaf.

Sebelum pembagian, Wali Kota Judas menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan, setelah menaikkan insentif kader Posyandu dari Rp75 ribu menjadi Rp250 ribu per bulan, pada Januari 2020 mendatang Pemkot akan menaikkan lagi insentif kader Posyandu.

Wali Kota juga menyatakan, janji-janjinya pada Pilwalkot lalu akan direalisasikan semua. Seperti gratis seragam sekolah bagi siswa baru PAUD, SD, dan SMP. Juga tetap memberikan beras raskin daerah kepada 4.000 Kepala Keluarga (KK) miskin. Yang mana, pemberian raskin daerah hanya ada di Palopo, tidak ada di daerah lain. Kalau di daerah lain, hanya raskin dari pemerintah pusat.

Judas pada kesempatan itu juga berpesan kepada kader Posyandu agar tidak hanya menyampaikan informasi bidang kesehatan kepada masyarakat. Tapi kader Posyandu juga harus mengiformasikan kepada masyarakat agar menjaga keamanan, jangan melakukan balapan liar, jangan narkoba, serta mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan agar Palopo tetap mapaccing toda (bersih).

Setelah itu, Kadis Kesehatan dr Ishaq dan Ketua TP-PKK Hj Utia Sari secara bergantian menyampaikan sambutan. dr Ishaq mengharapkan kader Posyandu bekerja ikhlas dan meningkatkan kinerjanya. Apalagi, Pemkot sudah menaikkan insentif dari Rp75 ribu menjadi Rp250 ribu. ”Dan sesuai janji Wali Kota, akan dinaikkan pada Januari 2020,” terangnya.

Sementara Hj Utia Sari menilai, semua kader Posyandu di Palopo sudah baik. Tapi perlu diberi lagi tambahan pengetahuan. Karena ke depan, kemungkinan ada uji kompetensi bagi kader Posyandu. ”Saya harap poster-poster yang ada di Posyandu dipelajari. Karena semua keluhan dari ibu-ibu yang datang ke Posyandu, sudah ada jawabannya di poster yang dipasang di dinding Posyandu,” terangnya. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top