Toraja

Kepsek SMA 6 Tepis Isu Larang Siswa Ikut Semester

* Karena tak Bayar Iuran Drum Band

RANTEPAO — Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Toraja Utara, Daud Patulak menepis isu soal kabar yang tidak sedap menerpa dirinya. Dimana, ia dikatakan ada siswa yang tidak ikut semester karena tidak membayar uang non akademik di sekolah yang dia pimpin, Selasa 28 Mei 2019.

Daud merasa perlu mengklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi yang buruk. “Jujur ini sudah merusak nama baik saya terkait adanya isu yang kurang baik di luar sana tentang persoalan sumbangan dana drum band yang merupakan kesepakatan orang tua siswa itu sendiri bukan kesepakatan sekolah, lalu kenapa dikaitkan dengan pelaksanaan ujian semester,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya uang dana drum band adalah uang kesepakatan orang tua siswa yang disepakati melalui rapat komite. Kemudian, dari hasil kesepakatan itu orang tua siswa yang menentukan berapa besarnya per siswa. Selanjutnya, ia selaku Kepsek melaksanakan amanah dan mulai memungut pembayaran.

“Kesepakatan mulai dari bulan September, Oktober, November, dan Desember. Karena penetapan bulan Agustus 2018, lalu,” ujarnya kepada Palopo Pos, kemarin.

Lanjut Kepsek, jelaskan bahwa belum juga rampung sementara alat drum band sudah dipesan bahkan sudah di panjar. Mengenai biayanya bukan hanya siswa yang bayar tetapi semua guru terlibat.

“Drum band ini adalah pengembangan non akademik peserta didik karena mereka sendiri yang memprogramkan, lalu kita lihat sekolah-sekolah yang ada di Toraja Utara rupanya ini menarik banyak siswa untuk mendaftar di SMAN 6 Toraja Utara,” sebutnya.

Tentang salah seorang siswa yang tidak masuk kelas karena dia masuk di sesi ketiga, karena sekali sesi hanya bisa mengikutkan 32 siswa mengingat komputer juga hanya 32 unit, sementara yang ikut ujian 102 siswa.

“Siswa ini dia masuk sesi ke 3 karena sesi 1 sementara ujian dan untuk sesi ke dua dan ketiga menunggu giliran, namun siswa yang sesi ketiga ini pulang kerumahnya lalu mengadu bahwa saya tidak diikutkan ujian semester,” jelasnya.

Inilah yang membuat salah persepsi. Masalah uang dana drum band itu kita tidak paksakan jika ada uang mereka bayar tetapi kalau belum ada mau apa.

Sementara Ketua Komite Sekolah SMAN 6 Toraja Utara Bangkit Salurante, SE mengatakan tidak ada program yang tidak melibatkan orang tua siswa, semua terlibat jika ada program, sama halnya dengan drum band ini itu murni usulan dari orang tua siswa.

“Pengadaan drumband disekolah tidak ada hubungannya dengan ujian semester dengan dana iuran drum band, itu sudah diluar konteks,” tegas Ketua Komite SMAN 6 Toraja Utara.

Adapun total anggaran pembelian alat drum band Rp80 juta dan sudah dipanjar Rp 25 juta lalu pihak Soppi penyedia barang minta panjar lagi Rp25 juta jadi total panjar yang sudah dibayarkan Rp50 juta. Sementara siswa yang sudah membayar iuran sukarela ini sebanyak 290 siswa. (alb/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top