Kriminal

Polisi Didesak Ungkap Pembunuhan Idoroyani

PALOPO — Sejak kematian Idaroyoni (40), tertanggal 27 Mei 2019 lalu, pihak keluarga korban mulai mendesak polisi segera menangkap pelaku pembunuhan sadis itu. Desakan itu disampaikan adik kandung korban, Nanna, Minggu 9 Juni 2019 siang kemarin.

Ia mendesak dan meminta supaya polisi secepatnya membongkar kasus pembunuhan kakak kandungnya (Idaroyani. Red) agar pihak keluarga merasa puas dan dapat mengetahui apa sebenarnya motif atau modus dibalik pembunuhan itu.

“Sekiranya polisi segera mengungkap kasus ini. Apalagi sejumlah saksi sudah diperiksa dan bukti yang diamankan di tempat kejadian dapat menjadi bahan penyelidikan. Harapan kami, sebaiknya polisi bekerja lebih keras lagi,” desaknya.

Wajar jika pasca peristiwa pembunuhan itu, membuat pihak keluarga mempertanyakan kinerja kepolisian Polres Palopo. Sebab, sejak beberapa hari terakhirnya ini seakan tidak ada titik terang.

“Pihak keluarga juga sudah mendatangi Polres Palopo dan mendesak menemukan pelaku yang tega menghabisi nyawa korban. Dan kami sampoikan sudah beberapa hari belum ada titik terang,” ujar keluarga korban yang lainnya.

Lanjutnya, pihak keluarga korban tentunya tidak ingin kasus yang dialami Idaroyani terulang seperti kasus pembunuhan Herlin dan Nurpati yang sampai saat ini belum ditangkap pelakunya. “Jangan sampai seperti terulang seperti kasus pembunuhan sebelumnya. Yang tidak ditemukan pelakunya sampai sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf mengatakan belum ada saksi tambahan pasca pemeriksaan 10 orang saksi. “Kasus pembunuhan ini tetap menjadi prioritas kami untuk segera diungkap. Dan saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan,” katanya singkat.

Sebelumnya, Ibu dua anak, Idaroyani tewas karena diduga dibunuh. Wanita tersebut adalah warga tanah kapling, Jl Mengemudi, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara. Ia jadi korban pembunuhan sadis, sekira pukul 00.20 Wita. Tubuh korban ditusuk-tusuk pelaku menggunakan gunting rambut.

Saat kejadian, suami korban, Ismail sedang berada di Kecamatan Burau, Pantai Lema, Kabupaten Luwu Timur. Ia meninggalkan istrinya karena Ismail punya tanggungjawab selaku Kepala Dusun (Kadus) Pantai Lemo dan juga bekerja mengurus rumput laut. Belum jelas apa motif pembunuhan ini. Polisi sedang melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi-saksi.

Anilina, adik kandung korban mengatakan, bahwa rumah warna krem itu terkadang kosong, terkadang berisi satu keluarga, yakni suami dan kedua putri korban. Namun pada saat kejadian, korban hanya berdua dengan putri bungsunya bernama Arum (5), sedangkan suaminya di Burau, dan Fuji (15), putri sulung korban berada di Malili, rumah tantenya. (him)



Click to comment

Most Popular

To Top