Kriminal

Tiga Korban Tewas di Jalan Raya

*Ops Ketupat 2019 Berakhir Hari Ini

PALOPO –– Operasi Ketupat 2019 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri yang digelar sejak 29 Mei, akan berakhir 10 Juni 2019 hari ini. Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Palopo AKP Rahman melalui Kanit Lakalantas, Iptu Catur, saat ditemui Palopo Pos, Minggu 9 Juni sore kemarin.

Menurutnya, operasi Ketupat tahun 2019 yang akan digelar selama 13 hari berjalan dengan baik. Selama Operasi Ketupat sebanyak 4 kasus kecelakaan dan tiga orang korban laka meninggal dunia.

“Nah, dengan berakhirnya Operasi Ketupat 2019 besok (baca hari ini. Red) maka pos – pos pengamanan dan pelayanan disepanjang jalur utama dan di depan pusat keramaian segera dicabut,” tegas Catur.

Personil yang terlibat juga akan ditarik dan langsung digeser ke unit masing-masing. Namun demikian, arus balik yang masuk di Kota Palopo tetap terpantau karena masih relatif padat.

Terutama sepeda motor dan mobil pribadi bercampur bus dan truk masih banyak yang melintas masuk ke wilayah hukum Polres Palopo. “Meski jumlah anggota polisi yang bertugas semakin berkurang, namun mereka tetap berusaha melakukan pemeriksaan dengan maksimal sesuai protap yang ada,” katanya.

Dari data di Polres Palopo, lanjut Catur, selama Operasi Ketupat kecelakaan lalu lintas hanya empat kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang dan lainnya luka-luka. “Sejak Operasi Ketupat 2019 digelar tiga meninggal dunia. Namun sebelum operasi ketupat digelar ada beberapa kasus kecelakaan yang masih ditangani saat ini,” ujarnya.

Diantara korban yang tewas masing-masing kecelakaan lalu lintas yang terjadi di poros Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Kamis 6 Juni 2019 lalu. Seorang pejalan kaki bernama Balqis (6) meninggal dunia setelah ditabrak motor saat menyebrang jalan. Korban mengalami luka serius dan keluar darah dari hidung. Korban meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Bintang Laut, Palopo.

Selanjutnya seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Palopo yang juga mantan Lurah Temmalebba, Kecamatan Bara, mengalami kecelakaan hingga akhirnya meninggal dunia. Adalah Rahman Rahim (51), warga Jl KH Muh Kasim, Kota Palopo.

Kecelakan lalu lintas terjadi di poros Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor jenis Vespa bernomor polisi DP 3362 ED dengan satu unit mobil Grand Max bernopol Dp 8601 UA yang dikemudikan Oleng (47), warga Dusun Bambu Kuning, Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kab Luwu.

Seperti diketahui, selain penertiban lalulintas, operasi ketupat ini bertujuan memberikan rasa aman dengan menempatkan petugas di tempat umum seperti terminal, pasar, dan lokasi serupa. Hal ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kejahatan seperti jambret maupun premanisme. (him)

Click to comment

Most Popular

To Top