Ekonomi

Harga Sandang-Pangan Naik, Inflasi Mei hanya 0,54%

PALOPO— Walaupun terjadi kenaikan harga kebutuhan pangan dan sandang pada bulan Ramadan, Mei 2019 lalu, namun inflasi di Kota Palopo hanya 0,54 persen. Angka tersebut paling rendah di Sulsel, bahkan lebih rendah secara nasional.

Sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Palopo pada 10 Juni 2019, ada lima kota yang menjadi tempat pengambilan sampel yakni Bulukumba inflasi 0,90%, Bone dan Makassar masing-masing inflasi 0,73%, Parepare 1,36 persen, dan Palopo 0,54%. Sedang Provinsi Sulsel 0,76% dan nasional 0,68%.

Menurut Kepala BPS Palopo, Ruben SE yang dikonfirmasi Palopo Pos, Selasa, 11 Juni 2019 kemarin, terjadinya inflasi pada bulan Mei 2019 dianggap wajar. Mengingat ada momen puasa dan belanja kebutuhan jelang lebaran selama Mei. Pada momen itu, harga kebutuhan pokok (pangan) dan sandang mengalami kenaikan sebagai akibat mekanisme pasar.

Namun Ruben angkat jempol kepada Pemkot Palopo. Karena walaupun terjadi kenaikan harga terhadap komoditas pangan hingga 0,96 persen di pasaran, bahkan khusus subkelompok sayur-sayuran inflasi 9,19 persen, namun secara umum inflasi masih terkendali di bawah satu persen.

”Luar biasa antisipasi Pemkot yang melakukan operasi pasar selama beberapa hari pada bulan puasa lalu. Dengan operasi pasar tersebut, masyarakat dapat beli kebutuhan pokok dengan harga murah,” terangnya.

Dijelaskan pula, inflasi pada Mei terjadi karena adanya perubahan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai indeks enam kelompok pengeluaran yaitu: Inflasi pada kelompok bahan makanan
sebesar 0,96 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,26 persen; kelompok sandang sebesar 2,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,47 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,08 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi pada Mei 2019, antara lain: tomat, bawang putih dan cakalang/sisik. Pada Mei 2019 beberapa kelompok pengeluaran yang memberi andil/sumbangan Inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,27; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen; kelompok sandang sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,006 persen; dan kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,04 persen. (ikh)



Click to comment
To Top