Utama

Pemberangkatan CJH Luwu Raya Mulai Pertengahan Juli

PALOPO — Calon jemaah haji (CJH) mulai bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah haji 2019. Untuk CJH di Luwu Raya, waktu keberangkatan tak serentak. Yang tercepat dimulai pertengahan Juli, mendatang. Yakni, untuk CJH asal Kota Palopo.

Dikatakan Kepala Kemenag Kota Palopo H. Usman melalui staf kasi urusan haji dan umrah, Fatma, kalau tahun ini Kota Palopo memberangkatkan 118 jemaah. Jumlah itu sudah meliputi kuota tambahan sebanyak 8 orang, serta TPHD.

Hanya saja, saat ini masih ada calon jemaah haji yang belum melakukan perekaman biometrik. Yakni, untuk CJH yang masuk dalam daftar tambahan.
“Tanggal 13 Juni, besok, kita sudah harus di Makassar melakukan perekaman biometrik. Setelah itu, 27 Juni ada manasik akbar haji,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa 11 Juni 2019.

Sementara itu, disaat yang lain, Kepala Kemenag Luwu Utara, Nurul Haq juga menyebutkan, tahun ini jumlah keseluruhan CJH yang berangkats ebanyak 243 orang.
Jumlah diatas terdiri dari 230 CJH reguler, ditambah 9 petugas haji, 3 orang TPHD, dan 1 orang TPIH.

Sedangkan mengenai perekaman biometrik, katanya, keseluruhan telah selesai. Rencananya pada tanggal 26 Juni, nanti, akan digelar manasik haji akbar yang direncanakan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulsel dan Kabid Penyelenggara Haji Umrah Sulsel.

Tahun ini, CJH Lutra tergolong dalam kloter 35 yang rencana pemberangkatannya di akhir Juli, mendatang, bersama CJH dari Kabupaten Barru, dan Makkassar.

Pelayanan Haji

Proses persiapan layanan haji untuk jemaah Indonesia sudah 100 persen. Untuk pelaksanaan haji tahun ini, ada beberapa perbedaan dalam bentuk pelayanan dibanding tahun lalu.

“Alhamdulillah untuk progres penyediaan transportasi, konsumsi dan akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah siap 100 persen,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama RI, Sri Ilham Lubis, di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Sri hadir di Banda Aceh sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi pelayanan jemaah haji di Arab Saudi yang digelar di satu hotel di Banda Aceh. Menurut Sri, persiapan haji sudah dimulai sejak tahun lalu, saat penandatanganan MoU Menag dengan perhajian Arab Saudi.

“Layanan di sana mencakup akomodasi di Mekah dan Madinah, transportasi bus antar-kota perhajian, bus selawat, bus masyair dan layanan katering,” jelas Sri.

Sri mengungkapkan, dalam pelayanan haji tahun ini terdapat sejumlah perbedaan. Di antaranya di bidang katering, seluruh jemaah yang tiba di Arafah siang hari diberikan makanan.

Selain itu, terkait transportasi, seluruh jemaah di Mekah akan mendapatkan bus selawat. Hal ini berbeda dibandingkan tahun lalu yang mengkhususkan jemaah baru mendapat bus selawat jika tinggal dalam radius 1,5 KM dari Masjidil Haram.

“Sedangkan di bandara jemaah haji akan menikmati fasilitas fast track, mereka tidak perlu lagi mengurus bagasinya di bandara. Kalau tahun lalu jemaah haji masih mengurus bagasi di bandara sehingga jamaah masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengurus bagasinya,” ungkap Sri.

“Tahun ini jemaah juga tidak perlu lagi sidik sepuluh jari di bandara, cukup satu kali sidik jari saja dan setelah itu mereka bisa langsung naik bis dan diantarkan ke hotel yang telah ditetapkan,” ungkap Sri.
Selain itu, untuk Armina tahun ini tenda jemaah haji di Arafah akan disediakan AC menggunakan Verion dengan suhu sangat dingin.

Menurut Sri, penempatan jemaah juga tidak lagi menggunakan qurah.
“Tetapi menempatkan jemaah berdasarkan embarkasinya. Penempatan jemaah berdasarkan zonasi untuk memudahkan koordinasi pengawasan dan pengendalian dan komunikasi selama di Mekah,” bebernya.

“Yang kedua ketika jemaah mendapatkan kesulitan, tersesat misalnya. Mereka dengan mudah kembali ke hotelnya karena sudah jelas bahwa jemaah dari SOP ini ketika tersesat kembali saja ke wilayah Jarwal. Misalnya di sektor sana bisa dikembalikan ke pemondokannya,” ujar Sri. (idr)



Click to comment

Most Popular

To Top