Toraja

Polres Larangan Berjudi Saat Pesta Adat

MAKALE — Pesta adat Rambu Solo terkadang dijadikan ajang maksiat, dalam hal ini berjudi. Sebagai imbuan kepada masyarakat, Polres Tator melalui Polsek Sangalla melakukan sosialisasi melalui spanduk.

Seperti yang dilakukan saat pesta adat kematian almarhum Ribka Rumengan, yang di dalam rangkaiannya terdapat sebuah ritual adat Silaga Tedong yang sarat akan makna bagi masyarakat Toraja di Kelurahan Leatung, Sanggalla Utara, Tana Toraja.

Dalam spanduk tersebut bertuliskan kata “Dilarang Bermain Judi dalam Bentuk Apapun”. Spanduk ini dipasang anggota Polsek Sangalla.
Ternyata pemasangan spanduk tersebut merupakan salah satu cara dari Polsek Sangalla dalam mengingatkan warganya untuk tidak merusak ritual adat Tedong Silaga dengan mengikut sertakan unsur judi atau pun taruhan.

Ritual Adat Tedong Silaga yang berlangsung di Sangalla utara ini telah berlangsung sejak hari Senin dan berakhir Selasa, kemarin.
Kapolsek Sangalla AKP Marthen Tangallo, saat di konfirmasi mengatakan, bahwa pemasangan spanduk larangan judi di acara Tedong Silaga adalah sebuah bentuk imbauan yang mudah di lihat dan dibaca oleh warga yang ada di tempat itu, yang secara langsung mengingatkan mereka untuk menghormati dan larut dalam acara tanpa disertai dengan praktek praktek judi taruhan.

Kapolres Tana Toraja Julianto P Sirait melalui Kapolsek Sangalla menurunkan 4 personel dalam pengamanan yang dipimpin oleh Kanit Provos Aiptu Amiruddin bersama 4 orang personil dan Briptu Suhendar selaku Bhabinkamtibmas Sangalla.

Informasi yang dihimpun bahwa giat Silaga Tedong pada dilakukan adu kerbai sebanyak 17 pasang, sementara pesta adat Rambu Solo tersebut berlangsung dari tanggal 8-15 juni 2019 sesuai dengan izin keramaian yang diterbitkan oleh Polres Tana Toraja. (mg2/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top