Metro

Gangguan Kamtibmas Menurun 23 Persen

*Pada Operasi Ketupat 2019

BOTING — Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019 mengalami penurunan sebanyak 38 kasus atau 23 persen jika dibandingkan dengan Operasi Ketupat tahun lalu.

Hal ini terungkap saat Apel Konsolidasi Sinergitas Operasi Ketupat tahun 2019 dan kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Umum (PHPU) di halaman Mapolres Kota Palopo, Kamis 15 Juni 2019.

Pada sambutan Seragam Kapolda Sulsel yang dibacakan Kapolres Kota Palopo, AKBP Ardiansyah, SIK menyebutkan, Operasi Ketupat tahun 2019 telah digelar selama 13 hari. Yakni sejak Rabu 29 Mei 2019 hingga Senin 10 Juni 2019, telah sesuai dengan target yang telah direncanakan serta berjalan dengan tertib aman dan lancar.

“Pada Operasi Ketupat tahun 2019 yang dilaksanakan melibatkan 5.035 personil terdiri dari TNI 438 orang, satgas Polda Sulsel 544 orang, polres jajaran 2.116 orang, dan instansi terkait 1.935 orang,” ungkap Ardiansyah.

Lanjutnya, terkait pengamanan itu juga gelaran pos pengamanan pos pelayanan dan pos terpadu di seluruh jajaran Polda Sulsel sebanyak 119 titik terdiri dari 67 titik pos pengamanan, 42 titik pos pelayanan, dan 10 titik terpadu.

“Dan Alhamdulillah gangguan Kamtibmas yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019 mengalami penurunan sebanyak 38 kasus atau 23% jika dibandingkan dengan Operasi Ketupat tahun lalu,” jelasnya.

Berdasarkan analisa dan evaluasi penyelengaraan operasi ketupat tahun 2019 menunjukan tingkat keberhasilan yang sangat baik, koordinasi dan kerja sama sangat sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2019 mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, hal tersebut ditandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, serta ditekannya gangguan kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun aksi intoleransi dan kekerasan.

Apel gelar konsoldasi diselenggarakan untuk mengecek kembali personil, peralatan, dan seluruh aspek operasi termasuk sinergitas dan solidaritas komponen penyelenggara.

Dengan semua itu, kita berharap dapat terus mempertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personil dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan operasi. Serta memelihara solidaritas dan sinergitas seluruh komponen penyelenggara operasi dan hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai pelaksanaan tugas.

“Mari kita laksanakan setiap penugasan dengan penuh semagat, kebanggaan tanggung jawab demi keberhasilan pelaksanaan tugas menghadapi sidang PHPU,” tegasnya.

Pada apel konsolidasi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palopo, Ir H Rahmat Masri Bandaso, unsur Forkopimda lainnya, serta jajaran Polres Kota Palopo. (rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top