Toraja

Kejari Tator: Penetapan Tersangka Sesuai Pemeriksaan Bersama Inspektorat

* Menanggapi Gugatan Praperadilan Kalem Bau

MAKALE — Kejaksaan Negeri Tana Toraja langsung menanggapi adanya gugatan praperadilan atas kasus yang mentersangkakan Kepala Lembang Bau (KL).

Sebelumnya, Rabu 12 Juni, lalu, gugatan praperadilan didaftarkan kuasa hukum tersangka di Pengadilan Negeri Makale.
Kepala Kejaksaan Negeri Makale Tana Toraja, Jefri P Makapedua melalui Kasi Intel Kejari Tator, Andi Arman, menganggap penetapan tersangka sudah sah karena telah memenuhi dua alat bukti dan unsur pasal, sesuai hukum acara pidana.

Andi Arman juga menjelaskan kronologisnya sebelum dilakukan penetapan tersangka terhadap Kepala Lembang Bau dan Tim Pelaksana Kerja (TPK).

Dijelaskan Andi, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi, pemeriksaan dokumen, dan pemeriksaan di lapangan bersama inspektorat.

“Hasil pemeriksaan di lapangan, penyidik tidak menemukan pengadaan berupa turbin, penyidik hanya menemukan pekerjaan fisik berupa rumah turbin yang belum rampung dan beberapa pipa yang belum terpasang,” ujar Andi Arman.

Menindak lanjuti indikasi kerugian negara tersebut tim penyidik Kejari Tator telah melakukan perhitungan sendiri pada beberapa item pengadaan yang belum diadakan sejak Bulan November 2018 hingga April 2019. Sehingga pengadaan tersebut dianggap fiktif. Oleh karena tidak berfungsi dan tidak dapat dinikmati oleh masyarakat.

Lebih lanjut di jelaskan Andi bahwa penyidik telah menghitung dan menetapkan kerugian negara sebelum penetapan tersangka sedangkan untuk indikasi kerugian negara lainnya selain pengadaan turbin listrik, indikasi kerugian negara masih ada di beberapa pekerjaan fisik di anggaran tahun 2017 dan anggaran tahun 2018 masih dilakukan perhitungan oleh tim Inspektorat.

“Dengan ditetapkannya kerugian negara oleh penyidik maka yang berhak dimintai pertanggung jawabannya adalah KL selaku Kalem Bau dan TRN selaku TPK karena telah menyalahgunakan kewenangannya sesuai peranan masing masing tersangka,” jelas Andi.

Pihak Kejaksaan Negeri Tana Toraja juga menghormati upaya hukum yang ditempuh oleh tersangka melalui kuasa hukumnya.
“Kami sangat menghormati dan menghargai praperadilan karena itu hak tersangka yang diatur di dalam hukum acara kita,” kunci Andi. (mg2/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top