Ragam

Empat Proyek Jalan di Lura Dikerjakan September

PALOPO –– Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulsel mengalokasikan anggaran cukup besar ke Luwu Raya (Lura). Itu untuk membuka daerah terisolir melalui pembangunan jalan.

Hanya saja, realisasi awal pengerjaan proyek jalan di Luwu Raya menggunakan APBD Provinsi Sulsel diperkirakan baru akan dimulai September 2019.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi PPP, Abd Hafid Pasiangan. Ia menjelaskan, kalau tahun ini ada empat ruas jalan yang akan dibangun Pemprov Sulsel. Yakni, ruas jalan Ussu ke Nuha, Sabbang ke Seko, Batusitanduk ke Toraja Utara, dan Bua-Pantilang-Toraja Utara.
“Belum dikerja, karena sementara proses tender. Yang selesai Juli. Terus pengerjaan diperkirakan baru September nanti,” jelasnya saat dihubungi, Senin, kemarin.

Lambatnya pengerjaan proyek pembangunan jalan tersebut, kata Hafid yang juga Ketua Umum KKBS, disebabkan adanya ketidakharmonisan antara pimpinan dengan SKPD di Pemprov Sulsel. Selain itu, dewan juga menyoroti proses tender yang tak lagi dipecah-pecah. Melainkan langsung dalam “gelondongan” ditenderkan.

Misal untuk Luwu Raya, kata Hafid, itu disatukan dalam satu proses tender, tidak lagi dipecah-pecah. “Kalau dulu-kan dipisah-pisah. Yang Rp200 juta ke bawah bisa penunjukan langsung. Jadi ini yang butuh penyesuaian kembali,” ungkapnya.

Kunjungi Luwu Raya

Sebelumnya pada Ramadan, lalu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah berkunjung ke Luwu Raya, dalam rangka kegiatan Safari Ramadan. Sekaligus terjun ke lapangan melihat langsung lokasi rencana pembangunan infrastruktur di Tana Luwu.

Dimulai di Kabupaten Luwu, Gubernur didampingi Bupati Luwu Drs H Basmin Mattayang, M.Pd meninjau rencana pembangunan jalan poros Bua-Rantepao di Labokke dan Pakkalolo, Kecamatan Bua, serta jalan by pass di Pelabuhan Taddette, Belopa.

Gubernur mengatakan, saat meninjau lokasi rencana pembangunan akses Bua-Torut, kalau jalan Trans Bua-Toraja Utara ini adalah program yang mendesak dan harus segera dilaksanakan, mengingat obyek wisata di Tana Toraja jika dari Bandara Lagaligo Bua wisatawan harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan menggunakan transportasi darat. Sehingga, tahun 2019 ini sudah mulai dikerjakan dan ditarget selesai tahun 2020.

“Kita tak mau tanggung-tanggung buat jalan, sekalian yang bagus, efeknya jangka panjang. Kita rencana buat yang empat lajur,” sambung gubernur.

Nurdin Abdullah mengatakan, ia optimis Kabupaten Luwu dan Luwu Raya bakal berkembang menjadi sebuah daerah yang maju. Karena daerah ini sudah memiliki Bandara Bua yang sangat refresentatif mendukung sektor pariwisata di Tana Toraja. Untuk itu dirinya juga menginginkan peningkatan status Bandara Bua.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top