Kriminal

Lewi: Kami Lebih Tahu Hukum, Terkait Kasus Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik

PALOPO—Tak terima terdakwa divonis 1 bulan, pelapor sekaligus korban penghinaan dan pencemaran nama baik, Abdul Latief Ramang melayangkan protesnya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belopa. Protesnya tersebut disampaikan saat mendatangai kantor redaksi Palopo Pos Jl. Andi Djemma Kota Palopo, Selasa 18 Juni 2019.

Menurutnya, JPU Kejari Belopa masih kurang menambahkan dakwaan kepada terdakwa Said dengan hanya menjeratnya dengan pasal 310 ayat 1 KUHP tentang penghinaan dan pencemaran nama baik. Sehingga terdakwa hanya divonis selama 1 bulan di Pengadilan Negeri Belopa. “Maunya saya terdakwa itu dijerat dengan pasal berlapis dengan menambahkan pasal 317 KUHP dengan hukuman maksimal 4 bulan, saya protes vonis ini,” kata Latief yang berprofesi sehari-hari sebagai petani.

Ia juga menyebut bahwa Jaksa sulit untuk ditemui di kantornya. “Padahal saya ingin bertemu untuk mempertanyakan hal ini, tetapi nampaknya saya dipersulit untuk bertemu dengan alasan Jaksa tidak berada di tempat,” beber Latief yang mengaku tamatan sekolah dasar dan terakhir menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PPP Luwu Raya.

Adapun Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Belopa, Lewi R Pasolang SH MH saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya lebih mengerti hukum dan penentuan dakwaan terhadap terdakwa. “Kami lebih tahu hukum, dakwaan mana yang pas buat terdakwa, tidak mungkin kami memberikan dakwaan dengan cara membabi buta,” tegasnya.

Lewi juga menyampaikan bahwa vonis tersebut sudah merupakan putusan Hakim yang real. Di mana sebelumnya, dirinya yang juga selaku penuntut umum telah menuntut terdakwa selama 2 bulan. “Jadi seharusnya sudah tidak ada lagi yang harus diprotes, vonis Hakim sudah real dan diputuskan melalui persidangan dengan bukti serta keterangan dari saksi-saksi maupun terdakwa,” tambahnya.

Untuk diketahui, Latief melaporkan terdakwa Said alias bapaknya Marsi ke Polres Luwu, 18 Desember 2018 atas tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik saat sedang mengadakan rapat bersama denagan 100 jemaah mesjid Al-Ikhlas Dusun Pollo Padang, Desa Sampa, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu.

Latief merasa sakit hati lantaran dilontarkan kata-kata dengan keras sambil ditunjuk oleh terdakwa dengan ucapan “Saya tidak hargai kamu, pencuri” yang dengan sepengetahuan Latief, hal tersebut diucapkan tanpa sebab apa-apa.

Adapun rapat tersebut digelar dan gagas oleh, Mayor Syafaruddin untuk membahas surat peringatan yang dibuat dan diedarkan Latief selaku pendiri mesjid kepada imam mesjid, H. Zainuddin yang tidak mengumumkan unag kas mesjid selama 6 bulan. (ali/him)



Click to comment

Most Popular

To Top