Utama

Pemda Diminta Siapkan Dana Hibah Pilkada

PALOPO — Tahapan pilkada serentak sebentar lagi dimulai. Namun, untuk memulainya, tentunya butuh biaya. Maka dari itu, Mendagri Tjahjo Kumolo meminta pemda yang daerahnya menggelar pemilihan, agar segera menyiapkan dana hibah ke KPU masing-masing daerah.

Mendagri menjabarkan penetapan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 33/2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020.

Menurutnya, ada beberapa poin yang harus dipedomani dan dijadikan rujukan oleh pemerintah daerah dalam menyusun APBD 2020. Antara lain, mengalokasikan anggaran dalam bentuk belanja hibah kepada KPU dan Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota.

“Ada 270 daerah yang tahun depan (2020) sudah memasuki pilkada serentak pada September. Tolong dianggarkan dengan sangat baik,” ujar Tjahjo saat menyosialisasikan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 di Grand Hotel Paragon, Jakarta, Selasa (18/06), lalu
Tjahjo juga meminta pemda menyediakan anggaran pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Kemudian, mengalokasikan belanja untuk mendanai urusan pemerintahan daerah yang besarannya telah ditetapkan.

“Banyak anggaran yang bisa digali ke daerah dan sudah disepakati, seperti dana alokasi khusus (DAK) karena anggaran dari pusat ke daerah itu besar jumlahnya. DAK ini sifatnya dinamis, tetapi kepastiannya sudah ada,” ucapnya.

Lebih lanjut mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini juga mengingatkan, pemda penting memfokuskan APBD pada kegiatan yang berorientasi produktif. APBD diorientasikan pada upaya pemenuhan kepentingan masyarakat yang bersifat inklusif.

“Pastikan dana untuk rakyat disalurkan dengan optimal dan dijaga dengan baik, karena pada dasarnya secara substansial APBD itu digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang inklusif,” katanya.
Tjahjo menilai, penyusunan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) juga penting berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020 dan prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020.

“Pahami dan hindari area rawan korupsi. Aset daerah dan pengelolaan keuangan daerah harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, jangan sampai terkena OTT (operasi tangkap tangan) KPK,” katanya.
Acara sosialisasi Permendagri 33/2019 juga menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, dan Koordinator Supervisi dan Pencegahan KPK Adlinsyah M Nasution. Acara juga dirangkai dengan diskusi panel.

Luwu Raya dan Toraja

Di Sulsel, ada 12 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada serentak tahun 2020. Lebih spesifik di wilayah Luwu Raya dan Toraja, empat kabupaten diantaranya menggelar. Yakni, Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja Utara, dan Tana Toraja.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara sudah mulai melakukan perencanaan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Luwu Utara tahun 2020, mendatang.

Kesiapan KPU dalam menghadapi pilkada serentak, dengan melakukan perencanaan soal estimasi berapa anggaran pesta demokrasi tersebut.
Ketua KPU Luwu Utara, Syamsul Bahri membenarkan jika saat ini KPU Lutra sudah mulai melakukan perencanaan pilkada, sekaligus menghitung anggaran pilkada nantinya.

Terkait tahapan pilkada, pihaknya, merencanakan sudah mulai masuk Bulan September 2019, mendatang. Sedangkan, estimasi anggarannya direncanakan sebesar Rp28 miliar. Anggaran tersebut, nantinya akan diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui dana hibah.
Sementara itu, KPU Luwu Timur mengaku belum melakukan estimasi berapa jumlah anggaran yang diperlukan untuk menggelar pilkada Lutim.

Terpisah, Ketua KPU Toraja Utara Bonnie Freedom mengungkapkan, kalau KPU Torut setelah melakukan penyusunan rencana kerja dan penyusunan anggaran pilkada dibutuhkan Rp15 miliar. Sama halnya dengan KPU Tana Toraja yang juga belum melakukan penyusunan rencana kerja dan estimasi anggaran pilkada.(alb/idr)

Estimasi Anggaran Pilkada Luwu Raya-Toraja

Luwu Utara : Rp28 M
Luwu Timur : Masih dalam Penyusunan
Toraja Utara : Rp15 M
Tana Toraja : Masih dalam Penyusunan



Click to comment

Most Popular

To Top