Metro

Pemkot akan Terapkan Tanda Tangan Elektronik

PALOPO— Pemkot Palopo akan menerapkan Tanda Tangan Elektronik (e-TTD). Hal ini penting untuk mempercepat pelayanan dan penghematan penggunaan kertas yang bahan bakunya semakin terbatas. Penggunaan e-TTD sudah dilaksanakan Bank BRI, Bank Mandiri, Dukcapil, dan beberapa daerah di Indonesia seperti Tegal.

Hal tersebut terungkap pada Sosialisasi Penerapan Tanda Tangan Elektronik Lingkup Pemkot Palopo di ruang pola Balaikota, Rabu, 19 Juni 2019 kemarin. Sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Persandian dan Statistik Palopo ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Rahmat Masri Bandaso.

Menghadirkan dua narasumber yakni Kepala Layanan Sertifikat Elektronik Badan Siber & Sandi Negara, Sandhi Prasetiawan dan Kepala Bidang Persandian Dinas Kominfo dan Persandian Provinsi Sulsel Yulianus Sonda SE MSi.

RMB dalam sambutannya berharap, tanda tangan elektronik dapat segera diterapkan pada Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemkot guna mewujudkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang terukur, cepat, serta akuntabel.

Karena itu, ASN harus selalu meluangkan waktu membuka internet untuk mempelajari perkembangan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. ”Kalau sekarang ini kita masih menggunakan teknologi 4.0, Cina sudah menggunakan 5.0, bahkan Jepang sudah mengembangkan teknologi 6.0. Oleh karena ini, perlu akselarasi, terus belajar, jangan tertutup. Kita harus terbuka untuk berinteraksi dengan perkembangan IT,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Persandian dan Statistik Palopo, Renaldi SE MM melaporkan, rencana penerapan e-TTD merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemkot Palopo dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Badan Sertifikasi Elektronik BSrE dengan Kepala Dinas Persandian dan Statistik Palopo.

Dalam rangka penerapan e-TTD tersebut, dilakukan sosialisasi dengan melibatkan seluruh pimpinan PD lingkup Pemkot yang mencapai 40 unit, sembilan kecamatan, instansi vertikal, dan unsur perbankan. Tujuan sosialisasi, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang penyelenggaraan persandian sebagai urusan wajib non pelayanan dasar serta layanan e-TTD.

Pada sosialisasi tersebut, Sandhi Prasetiawan menggambarkan kondisi Pemkot Surabaya yang katanya sudah menjadi Smart City atau kota pelananan online. Namun kenyataan, layanan onlinenya hanya front office saja, namun di atas meja masih manual. Ribuan berkas, termasuk surat perisinan yang diurus oleh masyarakat secara online, masih diteken secara manual oleh Wali Kota atau pejabat berwenang.

”Ke depan, sistem online yang masih manual di atas meja, akan diintegrasikan menjadi sistem full online dengan penerapan tanda tangan elektornik. Berkas yang masuk secara online, cukup diteken secara online. Dimana dan kapan pun, pejabat berwenang bisa tanda tangan elektronik secara online pula,” tandas Sandhi. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top