Metro

Peringati Satu Dekade, Stikes Mega Buana Gelar Bakti Sosial dan Jalan Sehat

Ketua STIKES Mega Buana Palopo, DR Hj Nilawati Uly, Apt, M.Kes saat memperlihatkan nota kerjasama dengan pimpinan perguruan tinggi Temple University Philadelphia-Amerika Serikat yang disaksikan langsung Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasrudddin, M.Si beberapa waktu lalu. IST, Apt, M.Kes saat memperlihatkan nota kerjasama dengan pimpinan perguruan tinggi Temple University Philadelphia-Amerika Serikat yang disaksikan langsung Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasrudddin, M.Si beberapa waktu lalu. IST

PALOPO — Memperingati satu dekade berdiri, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Mega Buana Palopo menggelar sejumlah kegiatan, sosial, kemasyarakatan, dan juga kegiatan ilmiah yang diawali mulai tanggal 22 Juni 2019, mendatang.

Adapun even tersebut berupa sunnatan massal khusus anak panti asuhan dan donor darah, 22 Juni mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat, 23 Juni serta The International Conference on Nutrition and Public Health 2019 bekerjasama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin
, 2-3 Agustus 2019.

Ketua STIKES Mega Buana Palopo, DR Hj Nilawati Uly, Apt, M.Kes kepada Palopo Pos, Rabu 19 Juni 2019 menyebutkan, adapun kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur akan perkembangan Stikes Mega Buana Palopo yang melakukan berbagai akselerasi selama sepuluh tahun ini. Kegiatan ini pula bertujuan untuk berbagi dan mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat.

“Ada berbagai kegiatan, seperti sunnatan massal khusus anak panti, ada juga jalan sehat dengan berbagai hadiah, seperti satu unit motor, sepeda serta hadiah-hadiah elektronik lainnya,” ungkapnya.

Dikatakan Nilawati, Peringatan satu dekade Stikes Mega Buana Palopo ini menjadi intropeksi serta dorongan untuk lebih baik lagi di masa-masa akan datang. Pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas lulusan serta menambah Program Studi (Prodi) baru non kesehatan. Selain itu juga melakukan perubahan status sebagai Universitas Mega Buana Palopo.

Untuk diketahui berdirinya STIKES Mega Buana Palopo melalui jalan panjang, yakni diawali ketika Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo H Rahim Munir Said, pemilik Hotel Citra Buana Palopo melihat kecintaan sang istri DR Hj Nilawati Uly, Apt, M.Kes terhadap bidang pendidikan. Dimana sejak tahun 2004 mengelola institusi pendidikan kesehatan serta mengajar di beberapa perguruan tinggi kesehatan di wilayah sulawesi.

Akhirnya, kala itu memberikan ijin sang istri untuk mendirikan bimbingan belajar Primagama Palopo di tahun 2007. Pada saat itu, belum ada bimbingan belajar bagi siswa SD, SMP, SMA sehingga Primagama Palopo memiliki ratusan siswa bimbingan. Berawal dari itu, di tahun 2009 akhirnya diputuskan untuk mengembangkan dari lembaga bimbingan belajar ke Institusi Pendidikan Tinggi dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo.

DR Hj Nilawati Uly, Apt, M.Kes bersama sang suami melakukan pengajuan Pendirian STIKES Mega Buana Palopo dan Pembukaan Tiga Program Studi Yaitu S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat dan D.IV Bidan Pendidik.
Syukurnya, saat itu STIKes Mega Buana memperoleh ijin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) 22 Juni 2009 dengan Nomor SK.92/D/O/2009 dengan mengelola tiga Program Studi, yakni S1 Keperawatan,S1 Kesehatan Masyarakat serta D.IV Bidan Pendidik yang dikelola Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo beralamat di Jl Andi Achmad (Veteran) No 25 Kota Palopo.

Diceritakan Nilawati, pada awal pelaksanaan perkuliahan, bangunan Kampus STIKes Mega Buana merupakan bangunan lama dari berbentuk rumah tinggal yang diperbaiki dan mulai ditempati belajar 1 Agustus 2009. Dimana saat itu memiliki jumlah mahasiswa 100 orang, namun karena komitmen yang tinggi terhadap kualitas Pendidikan.

Yayasan Pendidikan Mega Buana terus berupaya memperbaiki fasilitas sarana prasaran pembelajaran, yakni pada tanggal 22 Juni 2010, tepat di hari jadinya yang pertama, dilakukan pembangunan peletakan batu pertama oleh Walikota Palopo yang diwakilkan oleh Ir H Ramhat Masri Bandasi,M.Si sebagai Wakil Walikota Palopo kala itu.

Tahun 2010 pembangunan gedung baru lantai I STIKes Mega Buana Palopoyang terus selesai pembangunannya. Kemudian memenangkan program hibah pembinaan Perguruan Tinggi Swasta dari DIKTI pada tahun 2012, 2013 menjadi bantuan bagi Yayasan Pendidikan Mega Buana merampungkan pembangunan gedung lantai III.
“Alhamdulillah, di tahun 2016 dan 2018 memenangkan lagi hibah pembinaan perguruan tinggi yang digunakan untuk menambah fasilitas pembelajaran,” ungkapnya.

Di tahun 2012 kata dia, semua Prodi yang ada di STIKES Mega Buana semuanya terakreditasi bahkan untuk Prodi D.IV Bidan Pendidik pada waktu itu merupakan, satu-satunya di Indonesia Timur yang terakreditasi B.
6. Setelah itu, di tahun 2014 STIKes Mega Buana diberi amanah mengelola Program Studi Profesi Ners.
“2 April 2018 kita mendapatkan SK Perubahan nama Prodi D.IV Bidan Pendidik menjadi Prodi D.IV Kebidanan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia Bagian Timur,” ujar Ketua Alumni SMPN 2 Palopo ini.

Lanjut Nila sapaan akrab Ketua STIKES Mega Buana Palopo, di tanggal 3 Oktober 2018 lalu, pihaknya mendapatkan ijin pendirian Profesi Bidan dari Kemenristekdikti. Dimana tanggal 12 Maret 2019 mendapatkan ijin pendirian Prodi S1 Kebidanan serta Profesi Bidan. “Hal ini pula merupakan yang pertama di Indonesia bagian Timur,” terangnya.

Ditahun 2018 pula, ungkap Nila, semua Prodi yang ada di STIKes Mega Buana terakreditasi B.
Selain itu pula, sejak 2009 hingga saat ini telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia dan luar negeri diantaranya, Malaysia,Thailand,Taiwan,Jepang, Korea Selatan, India,Philadelphia-Amerika Serikat. Hal ini pulalah yang menjadi daya tari STikes Mega Buana Palopo sehingga mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ada dari Sulbar, Sulteng, Sultra,Sulut, Gotontalo,Kalimantan, NTT, Jaya pura
10, mereka ini tersebar di wilayah Indonesia sebagai pegawai negeri sipil, swasta, wirausaha bahkan ada yang bekerja di luar negeri, seperti Arab Saudi, Taiwan dan Jepang,” sebut Doktoral Unhas ini.

Ditambahkannya, untuk lebih meningkatkan kualitas institusi, sejak 7 November 2016 lalu, STIKes Mega Buana sudah memiliki Rumah Sakit Mega Buana. Bahkan RS Mega Buana Palopo juga baru-baru ini mendapatkan akreditasi peringkat utama yang diserahkan oleh Ketua Komis Akreditasi Rumah Sakit (KARS), DR dr Sutoto, M.Kes Kepada Direktur PT Mega Buana Medika DR Hj Nilawati Uly, Apt.M.Kes di kantor KARS, Jakarta, 29 April 2019 lalu.(indra rachman)



Click to comment

Most Popular

To Top