Utama

Pernah Kerja di Bank, Lalu Geluti Bisnis Online

* Keseharian Janda ‘Bohai’ Sebelum Ditangkap

JALAN hidup setiap orang tentunya berbeda-beda. Ada yang sulit mendapatkan pekerjaan yang layak, ada juga yang ternyata lebih memilih menggeluti pekerjaan yang dapat mengancam kehidupannya demi keuntungan yang lebih.

Muhammad Aulia, Palopo

Itulah Risna, 31 tahun, atau akrab dikenal sebagai Mama Unna. Janda 2 anak yang terjerat kasus narkotika golangan 1 jenis sabu. Ia harus mendekam di penjara setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo menggeledahnya di rumah kakaknya di Kelurahan Salubulo, Kecamatan Wara Utara dengan barang temuan 1 bal sabu seberat 44,8750 gram.

Sungguh jumlah yang fantastis bagi seorang janda yang memiliki anak masih kecil-kecil. Orang-orang bertanya, apakah dirinya tidak memikirkan anaknya yang harus dibesarkan melalui kasih sayangnya, dengan mencarikan nafkah yang halal?
Hal tersebut juga tidak disangka-sangka AKP Antonius M selaku Kasi Pemberantasan BNN Kota Palopo yang ikut memeriksa kasus dari wanita yang memiliki kembaran ini bernama Rusna.

“Kita juga tidak menyangka, seorang janda yang memiliki anak masih kecil dapat melakukan hal tersebut, apalagi jika melihat ancaman hukumannya yakni seumur hidup,” kata AKP Antonius kepada Palopo Pos, Rabu 19 Juni 2019.

Ia juga mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya merupakan sarjana administrasi dari salah satu Universitas swasta di Kota Palopo. “Dia itu sarjana administrasi, setelah lulus kuliah dia bekerja sebagai karyawati bank BNI di Samarinda, yang kemudian berhenti bekerja lantaran ingin dimutasi ke Papua,” sebut AKP Antonius.

Mantan Kapolsek Bua ini juga menambahkan, tersangka ini menolak untuk dimutasi dan bekerja di Papua lantaran takut dengan daerah konflik dan sudah betah sehingga tidak ingin meninggalkan Kota Samarinda. “Menurut pengakuannya, dia takut di Papua, dia sudah nyaman bekerja di Samarinda, sehingga daripada dimutasi, dia lebih memilih untuk berhenti bekerja,” jelasnya.

Akibat berhenti bekerja tersebut dan hidup sendiri bersama anaknya yang masih berumur 2 tahun, Risna memilih untuk jualan atau bisnis online dengan menjual produk kesehatan. Ia memasarkan produknya tersebut di akun facebooknya dengan nama akun Mumu Petpet. “Ia menekuni pekerjaannya ini sebagai online shop sudah lama dan berdasarkan pengakuannya, ia baru kali ini membeli dan mengedarkan sabu,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaannya, Risna mengaku mendapatkan sabu tersebut dari orang yang tidak ia kenalnya di Samarinda. Sedangkan orang yang dicurigai sebagai bandar tersebut, tidak dapat dihubungi oleh pihak BNN lantaran nomor Hp-nya tidak tertera saat melakukan komunikasi. “Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka, kami tetap berusaha untuk mencari diduga bandar tersebut bekerjasama dengan kepolisian dan BNN setempat,” ujar AKP Antonius.

Saat dilakukan penangkapan terhadap Risna, ia sedang berada di rumah kakaknya bersama dengan teman perempuannya dari Samarinda berinisial SMAA alias SI dan salah satu sopir Morowali-Palopo bernama Lulu. “Saat itu kakaknya berada di rumah bersama dengan suaminya, ia juga heran dan sebelumnya tidak mengetahui kalau adiknya itu pengedar sabu,” pangkasnya.

Hanya saja, dari hasil pemeriksaan, temannya ini yang berinisial SMAA alias SI dan Lulu ini tidak dipersangkakan lantaran nihil barang bukti. Akan tetapi, seorang sopir Morowali-Palopo yakni Lulu harus mengikuti rehabilitasi karena memiliki riwayat sebagai pengguna. “Sedangkan tersangka juga memiliki urine yang negatif mengandung metafetamina, tetapi karena barang bukti tersebut dalam penguasaannya dan sebagian telah diedarkan, sehingga kami tahan,” tegasnya.

AKP Antonius menyebutkan, Tersangka mendapatkan sabunya tersebut dengan memesan di Samarinda lalu dikirim melalui kapal laut dan tiba di pelabuhan Pare-pare. Setibanya di Pelabuhan Pare-pare, Risna menjempet sabu tersebut bersama anaknya dengan membawa sebuah boneka. “Di boneka tersebutlah, tersangka memasukkan sabu itu, lalu dipeganglah boneka itu oleh anaknya yang masih berumur 2 tahun,” tutupnya.(*/idr/e)



Click to comment

Most Popular

To Top