Utama

Rp900 M Bangun Tiga Ruas Jalan Lura-Toraja

* Tuntas Tahun 2021

PALOPO –– Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah memerintahkan agar pembangunan akses jalan ke Kecamatan Seko, Luwu Utara segera dikerjakan.
Anggaran Rp250 Miliar digelontorkan untuk merampungkan jalan di kecamatan tersebut.

“Kita pertegas kembali, bahwa Seko harus menjadi perioritas tahun 2020. Sepanjang 40 km jalan diaspal, dan 7 jembatan harus diselesaikan,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di kantor gubernur Sulsel di Makassar, Rabu (19/6/2019).

Dikatakan Nurdin, sebenarnya butuh anggaran lebih banyak lagi untuk membangun jalan di Seko. Namun secara realistis, hanya Rp250 Miliar anggaran yang disiapkan sesuai dengan target jalan yang akan dikerjakan.

Selain itu, anggaran juga sudah disiapkan sebesar Rp500 Miliar untuk pengerjaan jalan poros Rantepao Kabupaten Toraja Utara-Bua, Kabupaten Luwu sepanjang 45 km.

“Insyaallah tuntas. Satu jalur dulu 10 km (diselesaikan), satu jalur kita tuntaskan. Jadi 2021 kita tuntaskan semua,” tambahnya.
Selain itu, akses jalan dari Larompong Kabupaten Luwu, juga akan diselesaikan pengerjaannya hingga Tanru Tedong di Kabupaten Sidrap. Jalan kompas yang akan dibuat ini, sepanjang 70 km. Anggarannya Rp150 Miliar.

“Tambah lagi dari Bungoro akses ke Bone, Rp150 miliar. Ini bukan diusul lagi, tapi sudah diputuskan. Karena plafon sudah dikasih Pak Menteri Rp1 triliun,” ujarnya.

Nurdin meyakini, rencana pembangunan jalan di daerah tersebut akan berjalan mulus. Soal kemungkinan kendala pembebasan lahan, Nurdin menjamin hal itu tidak ada.
“Makanya kita dudukkan para bupati, kalau ini sudah kita pastikan clear,” pungkasnya.

Pada bulan Ramadan, lalu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah berkunjung ke Luwu Raya, dalam rangka kegiatan Safari Ramadan. Sekaligus terjun ke lapangan melihat langsung lokasi rencana pembangunan infrastruktur di Tana Luwu.

Dimulai di Kabupaten Luwu, Gubernur didampingi Bupati Luwu Drs H Basmin Mattayang, M.Pd meninjau rencana pembangunan jalan poros Bua-Rantepao di Labokke dan Pakkalolo, Kecamatan Bua.

Gubernur mengatakan, saat meninjau lokasi rencana pembangunan akses Bua-Torut, kalau jalan Trans Bua-Toraja Utara ini adalah program yang mendesak dan harus segera dilaksanakan, mengingat obyek wisata di Tana Toraja jika dari Bandara Lagaligo Bua wisatawan harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan menggunakan transportasi darat. Sehingga, tahun 2019 ini sudah mulai dikerjakan dan ditarget selesai tahun 2020.

“Kita tak mau tanggung-tanggung buat jalan, sekalian yang bagus, efeknya jangka panjang. Kita rencana buat yang empat lajur,” sambung gubernur.

Nurdin Abdullah mengatakan, ia optimis Kabupaten Luwu dan Luwu Raya bakal berkembang menjadi sebuah daerah yang maju. Karena daerah ini sudah memiliki Bandara Bua yang sangat refresentatif mendukung sektor pariwisata di Tana Toraja. Untuk itu dirinya juga menginginkan peningkatan status Bandara Bua.

Dikerja September

Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi PPP, Abd Hafid Pasiangan menyebutkan kalau tahun ini ada lima ruas jalan yang akan dibangun Pemprov Sulsel di Luwu Raya dan Toraja. Yakni, ruas jalan Ussu ke Nuha, Sabbang ke Seko, Batusitanduk ke Toraja Utara, Latuppa-Pantilang, dan Bua-Pantilang-Toraja Utara.

“Belum dikerja, karena sementara proses tender. Yang selesai Juli. Terus pengerjaan diperkirakan baru September nanti,” kata Hafid yang juga Ketua Umum KKBS, baru-baru ini.

Lambatnya pengerjaan proyek pembangunan jalan tersebut, kata Hafid yang juga Ketua Umum KKBS, disebabkan adanya ketidakharmonisan antara pimpinan dengan SKPD di Pemprov Sulsel. Selain itu, dewan juga menyoroti proses tender yang tak lagi dipecah-pecah. Melainkan langsung dalam “gelondongan” ditenderkan.

Misal untuk Luwu Raya, kata Hafid, itu disatukan dalam satu proses tender, tidak lagi dipecah-pecah. “Kalau dulu-kan dipisah-pisah. Yang Rp200 juta ke bawah bisa penunjukan langsung. Jadi ini yang butuh penyesuaian kembali,” ungkapnya.(idr)

Rencana Pembangunan Jalan di Luwu Raya-Toraja

– Pengaspalan 40 km ke Seko : Rp250 M
– Pengerjaan Bua-Torut 45 km : Rp500 M
– Larompong tembus Tanru Tedong 70 km : Rp150 M

Total Rp900 M



Click to comment

Most Popular

To Top