Utama

Jendral Polisi Asal Toraja Daftar Capim KPK

* Bersaing dengan 323 Pelamar Lainnya

JAKARTA – Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) resmi menutup pendaftaran calon komisioner lembaga antirasuah baik secara online ataupun langsung. Pendaftaran ditutup pada Kamis 4 Juli 2019, pukul 23.59 WIB, lalu.

Anggota Pansel KPK Hendardi mengatakan, hingga pendaftaran ditutup, total ada 384 orang yang mendaftar seleksi capim KPK. Data tersebut belum digolongkan berdasarkan profesi pendaftar.

“Sampai jam 23.59 tadi malam, batas akhir pendaftatan via email jumlah pendaftar mencapai 384 orang. Data belum di verifikasi penggolongan profesi dan lain-lain,” kata Hendari, Jumat (5/7/2019).

Dia memastikan tidak ada perpanjangan pendaftaran untuk seleksi capim KPK periode 2019-2023. Pansel menilai jumlah tersebut sudah melebihi target. Terlebih, hanya ada 10 nama yang akan diserahkan kepada Presiden Jokowi.

“Pansel sudah putuskan bahwa tidak ada perpanjangan,” ucap Hendari. Sebelumnya, pansel telah memperpanjang pendaftaran capim KPK via online, hingga pukul 23.59 WIB, Kamis 4 Juli 3019. Setelah proses pendaftaran secara langsung ditutup pukul 16.00 WIB, total ada 324 pendaftar yang ikut seleksi.

Dari 324pelamar capim KPK, salah satunya diisi jendral polisi asal Toraja. Yakni, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs Dharma Pongrekun, SH, MM, MH. Namanya masuk atas rekomendasi dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Total ada sembilan nama dari unsur polisi yang yang tertuang dalam lampiran Surat Kapolri nomor B/722/VI/KEP/2019/SSDM tanggal 19 Juni 2019.

Diketahui, saat ini, Irjen Pol Dharma Pongrekun menduduki jabatan Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Sebelum menduduki jabatan di Badan Siber dan Sandi Negara, sebelumnya putra Toraja yang lahir di Palu, 12 Januari 1966 itu pernah menduduki beberapa jabatan penting dan strategis di tubuh Polri. Dia cukup lama dan kenyang asam garam di bidang reserse.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 itu awalnya menduduki jabatan Kasat II\/Harda Bangtah Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, kemudian menjadi Pamen di Polda Bengkulu. Lalu naik menjadi Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu dan pindah ke Polda Metro Jaya pada tahun 2008 menduduki jabatan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya.

Kemudian dia menduduki jabatan Kasubag Anevopswil Bag Anev Robinops Sops Polri, Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri tahun 2011, dan Dosen Utama STIK Lemdikpol. Tahun 2014, putra dari Marthen Pongre’kun yang berasal dari Tallunglipu dan Malakiri ini menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya bidang STIK Lemdikpol.

Setahun kemudian, Irjen Pol Dharma Pongrekun kembali ke Bareskrim Polri dan menduduki jabatan Wadirtipidum Bareskrim Polri, kemudian Kakorwas PPNS Bareskrim Polri pada tahun 2016. Di tahun 2016 pula, dia pindah tempat ke Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri lalu ke Karorenmin Bareskrim Polri. Tahun 2018 dia menjadi Pati Bareskrim Polri dengan Penugasan pada BSSN, lalu menduduki jabatan Deputi bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN sampai sekarang.

Sebelum Irjen Pol Dharma Pongrekun mendaftar menjadi calon pimpinan KPK, pernah ada seorang putra Toraja lainnya, yang juga bekerja di komisi anti rasuah tersebut. Dia adalah Irjen Pol Aris Budiman Bulo. Dia adalah mantan Direktur Penyidikan KPK tahun 2015. Saat ini, Irjen Pol Aris Budiman Bulo menduduki jabatan Kepala STIK Lemdikpol.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top