Kriminal

Rekonstruksi Pembunuhan Idaroyani Ditunda

*Kasi Pidum Kejari Palopo Sakit

PALOPO — Amggota Reskrim Polres Palopo sudah mempersiapkan segalanya untuk kelangsungan pra rekonstruksi kasus pembunuhan Idaroyani. Sedianya rekonstruk digelar Senin 8 Juli kemarin, namun mendadak ditunda karena Kasi Pidum Kejari Palopo, Husain SE sakit dan terbaring di rumah sakit menjalani perawatan medis.

“Tadinya mau rekonstruksi kasus pembunuhan Idaroyani, namun dibatalkan. Jaksanya, dalam hal ini Kasi Pidum sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit Makassar. Kendati demikian, kita tetap lakukan persiapan-persiapan karena pra rekonstruksi kita tunda hari Kamis 11 Juli mendatang,” kata Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, Senin siang kemarin.

AKP Ardy Yusuf menyampaikan rekonstruksi tidak digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) akan tetapi digelar di Aula Polres Palopo, namun titik mana saja yang akan digunakan sebagai rekonstruksi belum bisa disampaikan. “Tentunya, pra rekonstruksi akan dilakukan untuk mencari tahu kesesuaian keterangan para tersangka dan saksi mengenai peristiwa tersebut. Soal kehadiran anak korban selaku saksi, saya juga belum tahu. Nantilah kita lihat saat dilakukan rekonstruksi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang Ibu Rumah Tangga, beranak dua, Idaroyani (40), warga tanah kapling, tepatnya di lorong Mengemudi, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, dibunuh Senin 27 Mei 2019 lalu. Tubuh korban ditusuk-tusuk oleh tersangka Isdar (26) seorang buruh bangunan yang beralamat di Jembatan Miring, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Isdar ditangkap anggota Polres Palopo di Kelurahan Lawowoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, di salah satu rumah keluarganya Saat Isdar menghabisi Idaroyani, suami korban, Ismail sedang berada di Kecamatan Burau, Pantai Lema, Kabupaten Luwu Timur.
Ia meninggalkan istrinya (korban. Red) karena Ismail punya tanggungjawab selaku Kepala Dusun (Kadus) Pantai Lemo dan juga bekerja mengurus rumput laut.

Sementara itu, Anilina, adik kandung korban mengatakan, bahwa rumah warna krem itu terkadang kosong, terkadang berisi satu keluarga, yakni suami dan kedua putri korban. Namun pada saat kejadian, korban hanya berdua dengan putri bungsunya bernama Arum (5), sedangkan Fuji (15), putri sulung korban berada di Malili, rumah tantenya.

Korban menderita luka terbuka di bagian kepala belakang, luka terbuka pelipis kanan, memar kedua kelopak mata, luka terbuka batang hidung. Dan parahnya dua gigi bagian atas copot. Tak hanya itu, korban mengalami luka tusuk bahu kanan bagian depan , luka tusuk dada sebelah kiri, luka tusuk payudara kiri, luka tusuk lengan kiri atas, luka tusuk punggung kanan belakang, luka tusuk lengan kanan bawa, dan luka terbuka lengan. (him)

Click to comment

Most Popular

To Top