Kriminal

Polda Ciduk 7 Pengedar di Palopo

*Ondong, Bandar Sabu yang Masuk DPO

PALOPO — Timsus Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil membongkar jaringan peredaran sabu-sabu di Kota Palopo, kota yang berjuluk Idaman, Kamis 4 Juli 2019 lalu.

Hingga Selasa 9 Juli 2019 kemarin, tujuh warga Kota Palopo yang diringkus itu sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolda Sulsel. Kasus ini terungkap setelah seorang tersangka diringkus di Jl Yos Sudarso, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky mengatakan tindak lanjut penyelidikan kasus narkoba di Kota Palopo atas perintah langsung Direktur Narkoba Polda Sulsel. Itu setelah adanya laporan dari Dir 4 Bareskrim Mabes Polri, bahwa di Kota Palopo marak penjualan narkotika jenis sabu.

“Jadi pengungkapan berawal dari laporan sehingga Timsus Narkoba Polda yang dipimpin langsung Kanit Timsus Kompol Rapiuddin bersama team langsung melakukan penyelidikan di daerah Kota Palopo. Hasilnya, memuaskan tujuh orang diduga pengedar berhasil diciduk,” kata Kombes Dicky, Selasa kemarin. Menurutnya, penangkapan berlangsung sekira pukul 17.40 wita.

Mereka yang diringkus Teguh Priatin Alias Feri (22), warga Jl Loras, pekerjaan ternak ayam, Adrianto Alias Adri (29), Ashar Alias Mandar (24) dan Adrianto Alias Adri (29), ketiganya warga Jl Yos Sudarso.

Selanjutnya Bahtiar (47), warga Jl TPI, Agli Alias Bolong (38), warga Jl Veteran, Cecep Wahyu Alias Cecep (36), warga Jl Batara, dan Rudianto Alias Bongko (43), warga Jl Ahmad Razak, Kota Palopo.

Selain melakukan penangkapan, tim Polda Sulsel mengamankan barang bukti 1 (satu) sachet besar diduga narkotika jenis sabu, 1 (satu) sachet sedang diduga narkotika jenis sabu, 16 (enam belas) sachet kecil dengan jumlah berat keseluruhan sekitar 58,10 gram.

Selain itu, 1 (satu) set alat hisap bong- 2 (dua) sendok sabu dari pipet plastik- 1 (satu) bungkus plastik berisikan sachet kosong, dan 1 (satu) timbangan warna hitam- 12 (dua belas) buah handphone.

Kronologis kasus ini berawal dari hasil penyelidikan survelence, observasi n interview di sekitar TKP selama dua hari oleh pihak kepolisian Polda Sulsel. Team mendapatkan baket bahwa lelaki Ondong adalah bandar narkoba dan pengedar kecil. Sehingga
team langsung menyergap rumah lelaki Ondong, warga Jl Yos Sudarso, Kota Palopo.

Sayangnya, Ondong berhasil kabur dengan melompat pagar rumahnya. Lalu polisi melakukan pengembangan hingga akhirnya tujuh orang berhasil ditangkap.

Barang bukti yang ditemukan satu sachet besar yang disembunyikan pelaku dalam lubang klosetm, satu sachet sedang dibuang di saluran air belakang rumah, 14 sachet kecil ditemukan di dapur di rak telur, dua sachet kecil ditemukan di tas kecil dalam kamar.

Dari pengakuan Ashar Alias Mandra bahwa dirinya merupakan tangan kanan dari Ondong. “Ashar melayani pembeli dan menyimpan sabu milik Ondong, namun pada saat pengejaran Ondong tidak ditemukan, dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO,” tandas Kombes Dicky. (him)

Click to comment

To Top