Kriminal

Kakak Terancam 7 Tahun Penjara

*Lanjutan Adik Tewas Setelah Dianiaya

PALOPO — Tersangka Hamka (25) sudah mendekam di rumah tahanan Polres Palopo dan dijerat pasal 351 KUHpidana, ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan Hamka dijadikan tersangka terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan adik kandungnya HN (15) pelajar SMA asal Lingkungan Pamenta, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, meninggal dunia. “Saat ini tersangka dijerat Kitab Undang-undang Pidana dnegan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim, Rabu 10 Juli siang kemarin.

Ditegaskannya penyidik Satuan Reserse Kriminal hanya menetapkan seorang tersangka dalam kasus tersebut. Tapi kita lihat nanti gelar perkaranya bagaimana, karena hasil otopsi juga belum diterima oleh penyidik Sat Reskrim Polres Palopo,” ujar perwira tiga balok di pundak ini.
Ardy Yusuf menambahkan, ada beberapa saksi yang telah diperiksa, serta bukti cerek yang terbuat dari aluminium juga sudah diamankan.

“Motif tewasnya korban karena dilarang minum ballo dari kakaknya (tersangka. Red). Di mana korban disuruh berhenti namun tidak digubrik. Akhirnya sang kakak memukul kepala korban menggunakan cerek hingga mengalami pendarahan,” ujar Ardy Yusuf.

Korban sempat juga diberikan pertolongan setelah ditemukan warga dengan posisi tengkurap di sawah, namun kondisinya sudah tak bernyawa. “Awalnya keluarga korban melarang otopsi, namun polisi curiga sehingga dilakukan otopsi. Hasilnya, terungkap bahwa korban dianiaya kakaknya,” terang Kasat Reskrim.

Sebelumya, HN yang merupakan warga Kelurahan Jaya, Lingkungan Padang Alipan, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, ditemukan tewas di areal persawahan. Mayat HN ditemukan pertama kali oleh, Anwar yang juga pemilik sawah, Minggu, 7 Juli 2019 lalu.
Di bagian kepala belakang terdapat luka robek akibat benda keras.
Panjang luka tersebut tiga centimeter. (him)



Click to comment

Most Popular

To Top