Utama

Pengacara Dhevy Nilai Permohonan Bahrum Amburadul

* Frederik Batti Sorring Mundur

PALOPO — Sidang sengketa pemilu yang diajukan Bahrum Daido mulai bergulir di Mahkamah Konstitusi, kemarin. Proses sidang Panel Hakim MK. Di sidang panel tersebut, pengacara Bahrum Daido telah membacakan dalil-dalil gugatannya dan petitum terhadap putusuan KPU pusat yang menetapkan Muh Dhevi Bijak Pawindu sebagai caleg DPR RI dari Partai Demokrat Dapil Sulsel 3.

Bahrum dalam kasus ini disebut pemohon. Sedangkan KPU disebut termohon dan Dhevi Syukur Bijak disebut sebagai pihak terkait. Hanya saja, materi permohonan dari pihak pemohon dinilai pengacara pihak terkait Y Jhody Pama’tan, SH amburadul dan berantakan.

Bung Jhody, pengacara Dhevi, mengatakan, proses jalannya persidangan diwarnai dengan banyaknya teguran hakim kepada pengacara Bahrum Daido, karena dalam membacakan permohonannya, pengacara Bahrum Daido tidak menguasai materi gugatan dan sangat mengada-ada. ”Pengacara Bahrum Daido atas nama NATALIA SAHETAPI, SH selalu mendapat teguran dari ketua Majelis Hakim MK,” ujarnya via WhatsApp.

Karena dalam membacakan permohonannya nampak ragu-ragu dan tidak menguasai materi gugatan. ”Dan kelihatan gugatan tersebut sangat dipaksakan dan banyak berasumsi, sehingga antara materi permohonan permintaan putusan tampak sangat kacau dan amburadul,” tambah pengacara asal Walmas, usai persidangan di MK.

Dalam membacakan gugatannya nampak Bahrum Daido sebagai prinsipal mendampingi pengacaranya selalu geleng-geleng kepala dan kelihatan sangat kesal terhadap pengacaranya.

Bahrum Daido selalu ingin berbicara kepada pengacaranya, namum tidak diberikan kesempatan oleh pengacaranya sehingga kelihatan antara Bahrum Daido dan pengacara sering terlihat saling bersitegang.

Dalam sidang perdana tersebut, nampak hadir pengacara KPU pusat dan komisioner KPU pusat. Ada juga DR Jamaluddin Rustam,SH MH sebagai pengacara Partai Demokrat DPD SulSel.

Pengacara Bahrum Daido Natalia Sahetapi,SH kelihatan sangat ragu-ragu ketika majelis hakim menanyakan alat bukti dan daftar alat bukti. yang tidak bersesuaian antara posita dan petitum yang dihadirkan oleh pengacara Bahrum Daido. ”Sehingga permohonan tersebut kelihatan asal-asalan dan banyak berasumsi, serta mengada-ada,” katanya.

Berdasarkan pantauan bahwa proses jalannya persidangan antara Bahrum Daido dan pengacaranya sangat tidak kompak bahkan cenderung saling menyalakan dalam ruang sidang.

Nampak dari wajah Bahrum Daido sangat tegang karena tidak diberikan kesempatan oleh pengacaranya dan majelis menyampaikan pendapat, karena menurut majelis hakim MK, semuanya sudah tertuang dalam materi permohonan. Nanti majelis hakim MK yang menilai apakah gugatan tersebut layak atau tidak.

Bung Jhody, mengatakan, satu hal yang menjadi perhatian berdasarkan salinan putusan diterima sebagai pihak terkait. Semula Frederik Batti Sorreng juga turut menggugat bersama Bahrum Daido. Namun, dalam sidang yang berlangsung kemarin nama Frederik Batti Sorring sudah tidak ada lagi tercantum sebagai salah satu pihak penggugat dan kelihatan Frederik Batti Sorring mundur dari gugatan.

Majelis hakim juga sempat mempertanyakan hal tersebut. Namun, pengacara Bahrum Daido tidak dapat memberikan penjelasan apa alasan Frederik Batti Sorring mundur daru gugatan.

Kata Bung Jhody, berantakan dan amburadulnya permohonan Bahrum Daido sudah nampak sejak awal persidangan, karena berdasarkan pemeriksaan Majelis Hakim, pengacara Bahrum Daido tidak memperlihatkan surat kuasa khusus dari Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua umum partai Demokrat dan Hinca Panjaitan sebagai Sekjen Partai Demokrat.

”Surat kuasa khusus tersebut bersama rekomendasi harus dilampirkan dalam gugatan, sebagai suatu syarat mutlak dalam kedudukan hukum atau legal standing dalam perkara PHPU di MK,” tandasnya.

Sementara itu pihak Bahrum melalui Tim BDC, Ical mengungkapkan sidang perdana telah berjalan lancar. Pada tanggal 16 Juli, nanti, akan ada keputusan pendahuluan. Apakah dilanjutkan atau berhenti.(ary/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top