Ekonomi

Sehari, Seragam Sekolah Laku 300 Pasang

PALOPO— Menjelang tahun ajaran baru 2019/2020, penjualan pakaian seragam di Pusat Niaga Palopo (PNP) meningkat tajam. Dalam situasi normal, yang laku hanya lima hingga sepuluh pasang (baju dan celana/rok). Satu pekan sebelum masuk sekolah, melonjak hingga 300 pasang.

Dari pantauan Palopo Pos di Stand Flower PNP, Rabu, 10 Juli 2019 kemarin, warga tak berhenti datang beli pakaian seragam. Ada hanya orang tuanya saja yang datang. Ada juga orang tua dan anaknya, bahkan ada orang datang bersama dua hingga tiga anaknya. Sampai-sampai, pemilik stand, beberapa kali pulang balik ke gudangnya untuk mengambil stok pakaian yang habis.

Menurut Owner Stand Flower, Supriadi, peningkatan penjualan seragam sekolah sudah mulai setelah labaran Idul Fitri lalu. Namun pembelian saat ini masih berada pada angka puluhan pasang. Namun satu pekan terahkir, melonjak sampai ratusan pasangan per hari.

”Dalam satu minggu terakhir, rata-rata penjualan seragam sekolah mencapai 300 pasang. Kadang di atas 300, kadang juga di bawah,” kata Supriadi, salah satu pentolan Suporter Gaspa Palopo.

Harga baju sekolah di tempatnya, bervariasi berdasarkan ukuran maupun kualitas kain. Untuk kualitas bagus, seragam SD celana/baju pendek ukuran anak kelas 1 hingga kelas 3 seharga Rp100 ribu per pasang. Sedang SD celana/baju panjang Rp125 ribu per pasang. Untuk seragam SMP dan SMA, rata-rata Rp150 ribu per pasang. Begitu pun seragam pramuka, rata-rata Rp150 ribu per pasang. Kalau kualitas rendah Rp125 ribu per pasang.

Pakaian seragam di Stand Flower, dipesan dari Bone dan Pinrang. Yang bagus merek “Firdaus”. Kualitas sedang merek “Mutmainnah”. ”Kalau saya kerjasama dengan penjahit di Bone dan Pinrang,” katanya.

Salah seorang pembeli yang ditemui Palopo Pos, Ibu Mala, warga Batusitanduk (Walmas), mengungkapkan, ia menemani cucunya beli seragam sekolah. Kebutuhan pakaian, sepatu, tas, dan topi untuk cucunya yang SD mencapai Rp800 ribu. Kalau anaknya yang SMA, mencapai Rp1 juta.
Berdasarkan data kasar, jumlah siswa SD/SMP di Palopo diperkirakan mencapai 18 ribu orang. Siswa SMA/SMK juga diperkirakan 10 ribu. Totalnya semua 28 ribu.

Konsultan Pemasaran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Palopo, Samsuri SE yang dimintai tanggapan, mengatakan, jika mengacu pada data tersebut, maka bisnis seragam sekolah sangat menjanjikan. Kebutuhan per tahun mencapai Rp2,8 miliar hingga Rp4,2 miliar.

”Itu baru hitungan satu pasang seragam. Belum seragam pramuka dan olahraga. Bahkan ada siswa yang memiliki minimal dua pakaian seragam. Jadi potensinya bisa lebih besar,” terangnya. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top