Utama

Poros Bua-Torut Dilalui Tahun Depan

* Dianggarkan Rp1,3 Triliun

PALOPO — Setelah mengerjakan poros Jalan Sabbang ke Seko, Luwu Utara, tahun ini Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mulai membidik jalan lain.
Terbaru, jalan dari Bua (Labokke) ke Bastem Utara, dan tembus patung Tedong Bonga, Toraja Utara, akan mulai dikerjakan tahun 2019 ini.

Tim survei jalan dari Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel bahkan telah turun ke lapangan melakukan pengukuran panjang, dan lebar badan jalan.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dalam postingannya di instagram, ia memposting sebanyak 4 frame foto proses pengukuran poros jalan Bua (Labokke) ke Bastem Utara tembus Toraja Utara.

Dalam pengantarnya, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengatakan, tim Dinas Bina Marga telah melakukan survei lokasi pembangunan jalan tembus Bua-Batas Toraja Utara, dan Batas Luwu- Tedong Bonga.

“Insyaa Allah tahun ini dilakukan pembukaan jalan sepanjang 30 km dari total 46 km jalan, bisa fungsional. Mohon doanya kita lanjutkan pada tahap pengaspalan di tahun 2020,” ujarnya.

Lanjut Gubernur, selama ini kita membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dari Bua ke Rantepao, Toraja Utara, itupun dihadapi dengan medan jalan bertebing, dan berkelok. “Insyaa Allah dengan dirintisnya jalan Bua-Torut ini, jalur darat dapat ditempuh hanya 1,5 jam saja.

Saya berharap jalan ini bisa memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar, membuka akses pada pelayanan kesehatan, serta pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
Postingannya pun diakhiri dengan kata Kerja…Kerja…Kerja.

Sebagaimana diketahui pada bulan Ramadan 1440 H, lalu, Gubernur Nurdin Abdullah turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan jalan poros Bua tembus Toraja Utara.

Ia didampingi Bupati Luwu, Basmin Mattayang melihat potensi sekitar lokasi jika jalan ini terbuka. Diantaranya sektor pariwisata akan menggeliat.
Gubernur dalam pemaparannya mengatakan, nantinya jalan tersebut akan dibuat empat lajur. “Kita buat yang bagus sekaligus. Jangan setengah-setengah,” ucapnya kala itu.

Sementara itu, saat menerima tokoh-tokoh Luwu Raya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Sabtu (22/6), beberapa waktu lalu. Gubernur menyampaikan, bila Pemerintah Provinsi (Pemprov) sangat fokus untuk membangun Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Tinggal bagaimana kedepan ke depan lanjut Nurdin Abdullah, agar memanfaatkan dengan baik sumber daya alam oleh masyarakat Luwu Raya sendiri.

“Kami sangat konsentrasi untuk Luwu Raya. Masa depan Sulsel ada di Luwu Raya. Tapi sumber daya alam belum di kelola secara baik,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Jumlah item pembangunan untuk Luwu Raya dan Toraja Utara dan Tana Toraja sendiri ada ruas jalan Bua – Rantepao sepanjang 64 kilometer dengan besaran anggaran sebesar Rp 1,36 triliun, dan ruas jalan Sabbang – Tallang, Labiri – Seko dan Rampi – Batas Sulawesi Tengah sepanjang 211,22 kilometer dengan estimasi anggaran sebesar Rp 735,43 miliar.

Ketua KKLR, Buhari Kahar di kesempatan itu menyampaikan apresiasi ke Gubernur Sulsel yang mengalokasikan anggaran pembangunan relatif besar pada tahun 2019 ini ke wilayah Luwu Raya.

BKM, sapaan akrab Buhari juga mengapresiasi Gubernur Sulsel yang merespon terbentuknya segera Kabupaten Luwu Tengah dan Unanda jadi Perguruan Tinggi Negeri. “Kami menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh sejumlah program dan agenda pak Gubernur di wilayah Luwu Raya”, kata Buhari saat kesempatan silaturahim dengan Gubernur Sulsel ini.

Ditambahkan Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Abd Hafid Pasiangan, kalau berdasarkan pemaparan Gubernur NA saat rapat paripurna, Kamis, kemarin. Ia mengungkapkan mendapat bantuan dari Kementerian PUPR sebesar Rp1 triliun untuk pengerjaan poros jalan Bua-Torut dan Sabbang-Seko.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top