Utama

Sopir Tangki: Saya Siap Bertanggungjawab

Abd Rahman (49), sopir tangki Pertamina yang menewaskan satu keluarga, bapak, ibu, dan anak, langsung diperiksa di ruang penyidik Sat Lantas Polres Palopo, sore kemarin.

Saat diperiksa oleh Kanit Lantas Polres Palopo, Iptu Catur, sopir truk mengaku siap bertanggungjawab dengan kasus kecelakaan tersebut. “Sebenarnya saya sopir bantu, sopir utama adalah Haslan. Kami selalu gantian membawa mobil tangki 14 roda. Saya bekerja di perusahaan pertamina Depok Palopo, sejak tahun 1987,” ucapnya sambil menunduk.

Dari pengakuan sopir, saat kecelakaan terjadi, sopir utama berada disampingnya. Melaju ke arah Kota Palopo hendak ke SPBU Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, memuat Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 24 ribu liter yang terbagi atas 16 ribu liter solar dan 8 ribu premium.
“Waktu kecelakaan saya tidak mendengar apa-apa. Saya baru sadar setelah warga berteriak menginjak pengendara motor,” akunya kepada penyidik.

Abd Rahman mengaku mobil tangki yang dikemudikan melaju dengan kecepatan 20 km/jam. “Memang ada mobil tapi berlawan arah dengan mobil kami. Saya tidak melambung pak karena tidak ada mobil di depan. Saya menyetir lurus saja, tapi namanya kecelakaan saya siap bertanggungjawab pak, apalagi korbannya tiga orang,” akunya.

Pengakuan sopir tangki ternyata dipatahkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara. Menurut Iptu Catur, badan mobil bergerak sedikit ke arah kanan, sehingga motor korban yang hendak menyalib jatuh setelah bersentuhan mobil tangki. Akibatnya, korban yang berbocengan tiga terjatuh dari motornya hingga ketiga korban tergilas ban truk bagian tengah.

“Nah, kendati pengakuan sopir seperti itu, namun dari keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian menyebutkan badan mobil tangki bergerak ke arah kanan hingga bersentuhan dengan motor korban,” tandasnya. (him/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top